Batampos - Pemicu kasus bullying siswa SMK Negeri 1 Seri Kuala Lobam setelah viral videonya di media sosial akhirnya terungkap. Terungkapnya setelah pihak sekolah melakukan pendalaman atas kasus ini.
Wakil Kepala Kesiswaan SMK Negeri 1 Seri Kuala Lobam, Doni Siswanto menjelaskan, pihak sekolah telah menerapkan sistem korsa untuk memupuk kebersamaan. Sistem ini menuntut tugas selesai bersama-sama.
"Dalam kejadian ini, korban lambat menyelesaikan tugas. Padahal, teman-temannya sudah mengingatkan agar korban cepat menyelesaikan tugas," kata Doni, baru-baru ini.
Baca Juga: Jelang Idul Adha, Pedagang Sapi di Tanjungpinang Mulai Diserbu Pembeli
Namun, menurut pengakuan terduga pelaku, korban justru bermain handphone. Handphone korban lalu diambil oleh salah satu temannya.
Saat handphone diambil, korban secara spontan melontarkan kata-kata tidak mengenakan
"Terjadilah konflik tersebut," ujar Doni.
Saat itu, terduga pelaku mengajak korban berkelahi, namun korban tidak melawan.
"Korban tidak melawan seperti di video," kata Doni.
Ia menjelaskan, kejadian tersebut direkam oleh teman satu kelasnya.
Video yang viral itu dikirim dari handphone korban sendiri ke senat taruna sekolah, Rabu (22/4/2026).
Senat taruna sekolah kemudian melaporkan ke pembina senat, lalu diteruskan ke pihak sekolah.
"Laporannya sudah di jam pulang sekolah," kata Doni.
Baca Juga: Tekanan Nilai dari Orangtua Bisa Picu Gangguan Mental Anak
Doni berharap, kejadian ini tidak terulang. Kasus ini akan menjadi pembelajaran bagi pihak sekolah agar lebih berhati-hati lagi, lebih peduli dan akan menjalankan program pencegahan bullying.
"Kami akan coba mengundang instansi terkait seperti perlindungan anak dan kepolisian," kata Doni.
Pihak sekolah juga akan meningkatkan pembinaan terhadap siswa dan memberi pemahaman terkait dampak buruk dari bullying dan pertengkaran.
Selain itu, pihak sekolah akan menyebar poster anti bullying di kelas. (*)
Editor : Chahaya Simanjuntak