Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Tagihan Air Rp711 Ribu Dilunasi PDAM, Lansia Penjual Lontong Pecel di Bintan Akhirnya Lega

Slamet Nofasusanto • Kamis, 11 Juni 2026 | 20:00 WIB

Sakti Indrawan dan istrinya, Endang Sriwahyuni, berjualan lontong pecel di Kampung Jeruk, Tanjunguban, Bintan. Pasangan lansia ini akhirnya lega setelah tagihan air PDAM sebesar Rp711.400 yang sempat membebani mereka dinyatakan lunas oleh PDAM Tirta Kepri.  F. Slamet / Batam Pos
Sakti Indrawan dan istrinya, Endang Sriwahyuni, berjualan lontong pecel di Kampung Jeruk, Tanjunguban, Bintan. Pasangan lansia ini akhirnya lega setelah tagihan air PDAM sebesar Rp711.400 yang sempat membebani mereka dinyatakan lunas oleh PDAM Tirta Kepri. F. Slamet / Batam Pos

batampos – Rasa cemas yang selama beberapa hari menghantui Sakti Indrawan akhirnya berakhir. Lansia berusia 76 tahun yang tinggal di RT 004 RW 009 Kampung Jeruk, Tanjunguban, itu kini bisa bernapas lega setelah tagihan air miliknya sebesar Rp711.400 dinyatakan lunas oleh PDAM Tirta Kepri.

Kabar tersebut diterima Sakti saat petugas PDAM Tirta Kepri mendatangi kediamannya pada Rabu (10/6/2026). Sebelumnya, ia mengaku kesulitan tidur karena memikirkan tagihan air yang nilainya jauh lebih besar dibandingkan pembayaran bulan-bulan sebelumnya.

“Saya sempat susah tidur memikirkan tagihan air, takut tidak terbayar dan diputus,” kata Sakti, Kamis (11/6/2026).

Menurut Sakti, petugas PDAM menyampaikan bahwa tunggakan tersebut telah dilunasi atas bantuan Direktur PDAM Tirta Kepri. Kabar itu menjadi kejutan yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya.

“Petugas bilang tunggakan saya lunas karena sudah ditanggung Pak Direktur Tirta Kepri,” ujarnya.

Baca Juga: Disney Rilis Final Trailer Live Action Moana Remake, Petualangan Maui dan Moana Makin Epik

Tak hanya itu, uang cicilan sebesar Rp100 ribu yang sebelumnya telah disetorkan Sakti untuk mengurangi tagihan juga dikembalikan kepadanya. Penyerahan dilakukan langsung oleh Kepala Cabang PDAM Tirta Kepri Tanjunguban, Sugito.

Atas bantuan tersebut, Sakti menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada jajaran PDAM Tirta Kepri yang telah menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat kecil.

“Saya berterima kasih kepada Pak Direktur dan PDAM atas kepeduliannya terhadap masyarakat kecil seperti saya,” tuturnya.

Sebelumnya, Sakti bersama istrinya, Endang Sriwahyuni (66), sempat kebingungan setelah menerima tagihan air yang melonjak drastis pada Mei 2026. Dari yang biasanya hanya puluhan ribu rupiah per bulan, tagihan air mereka tiba-tiba membengkak hingga mencapai Rp711.400.

Kondisi tersebut menjadi beban berat bagi pasangan lansia yang sehari-hari mengandalkan penghasilan dari berjualan lontong pecel di Tanjunguban untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Peristiwa ini sempat menjadi perhatian masyarakat karena besarnya nilai tagihan yang harus ditanggung pasangan lanjut usia tersebut. Kini, setelah tagihan dinyatakan lunas, Sakti dan istrinya dapat kembali fokus menjalani aktivitas sehari-hari tanpa dibayangi kekhawatiran akan pemutusan layanan air bersih. (*)

Editor : Putut Ariyo
#bintan #Tagihan Air #Tanjunguban #lansia #PDAM Tirta Kepri