batampos – Ajang balap sepeda internasional Tour de Bintan 2026 akan kembali digelar pada 21 hingga 23 Agustus 2026 di kawasan Lagoi Bay, Bintan Resorts, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau.
Kepala Dinas Pariwisata Kepri Hasan mengatakan kegiatan tersebut menjadi salah satu agenda unggulan sport tourism yang diharapkan mampu meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dan sektor pariwisata daerah.
“Tahun ini Tour de Bintan kembali menjadi salah satu event internasional yang diharapkan memberikan dampak positif bagi sektor pariwisata dan ekonomi masyarakat,” kata Hasan.
Penyelenggara menargetkan sekitar 700 peserta mengikuti perlombaan tersebut. Mayoritas peserta diperkirakan berasal dari berbagai negara di kawasan Asia hingga Eropa.
Pada penyelenggaraan tahun ini, Tour de Bintan menghadirkan sejumlah kategori lomba yang dapat diikuti pesepeda profesional maupun komunitas.
Kategori utama yang menjadi perhatian adalah Union Cycliste Internationale (UCI) 1.2 Point Race, yaitu balapan resmi yang memberikan poin peringkat internasional bagi para atlet yang berpartisipasi.
Selain kategori UCI, peserta juga dapat mengikuti beberapa kelas lainnya, yakni:
- Gran Fondo Classic 150 kilometer
- Gran Fondo Century 100 kilometer
- Gran Fondo Challenge 70 kilometer
- Gran Fondo Discovery 45 kilometer
- Individual Time Trial 17 kilometer
Para peserta akan melintasi berbagai kawasan di Pulau Bintan yang menawarkan panorama khas daerah tropis.
Rute perlombaan dirancang melewati kawasan pantai, perkampungan, hingga area hutan yang menjadi daya tarik tersendiri bagi para pesepeda internasional.
Selain menghadirkan kompetisi olahraga berstandar internasional, Tour de Bintan juga menjadi sarana promosi wisata yang efektif karena memperkenalkan keindahan alam dan destinasi unggulan Bintan kepada peserta serta wisatawan dari berbagai negara.
Pemerintah Provinsi Kepri berharap penyelenggaraan Tour de Bintan 2026 mampu memperkuat posisi Bintan sebagai salah satu destinasi sport tourism terkemuka di kawasan Asia Tenggara. (*)
Editor : Putut Ariyo