Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Investasi KEK Galang Batang Tembus Rp15,6 Triliun, Serap 5.000 Tenaga Kerja

Slamet Nofasusanto • Jumat, 19 Juni 2026 | 23:13 WIB
Kepala Administrator KEK Galang Batang, Vita Budhi Sulistyo. F. Slamet Nofasusanto/Batam Pos
Kepala Administrator KEK Galang Batang, Vita Budhi Sulistyo. F. Slamet Nofasusanto/Batam Pos

batampos – Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Galang Batang di Kabupaten Bintan terus menunjukkan pertumbuhan investasi yang signifikan. Sepanjang 2025, realisasi investasi di kawasan tersebut mencapai sekitar Rp15,6 triliun, sekaligus menjadi penyumbang utama investasi di Kabupaten Bintan.

Kepala Administrator KEK Galang Batang, Vita Budhi Sulistyo, mengatakan pada triwulan I 2026 realisasi investasi kembali bertambah sekitar Rp4,08 triliun.

"Jika dibandingkan dengan total realisasi investasi Kabupaten Bintan pada triwulan I 2026 yang mencapai sekitar Rp5,8 triliun, sekitar 71 persen berasal dari kontribusi KEK Galang Batang," ujarnya.

Baca Juga: Kasus Malaria di Tanjungpinang Tembus 129 Orang, Senggarang dan Kampung Bugis Jadi Fokus Penanganan

Menurut Budhi, saat ini terdapat 26 perusahaan yang beroperasi di KEK Galang Batang. Mayoritas merupakan perusahaan dengan skema Penanaman Modal Asing (PMA), didominasi investor asal Tiongkok, dengan PT Bintan Alumina Indonesia (BAI) sebagai perusahaan penggerak utama.

Ia menjelaskan, proyek yang saat ini menjadi fokus adalah pembangunan dan penyelesaian Smelter Grade Alumina (SGA) tahap II yang ditargetkan meningkatkan kapasitas produksi hingga sekitar 4 juta ton per tahun.

Selain proyek SGA, sejumlah investasi baru juga tengah dipersiapkan, antara lain pembangunan industri kaustik soda, fasilitas smelter, serta pembangkit listrik untuk mendukung kawasan industri.

Budhi menambahkan, PT BAI saat ini masih berfokus pada proses pemurnian bauksit menjadi Smelter Grade Alumina (SGA), sedangkan pembangunan fasilitas smelter akan dilakukan pada tahap berikutnya menggunakan bahan baku bauksit yang dipasok dari Kalimantan Barat.

Selain mendorong pertumbuhan investasi, keberadaan KEK Galang Batang juga memberikan dampak terhadap penyerapan tenaga kerja. Hingga triwulan I 2026, kawasan tersebut telah menyerap lebih dari 5.000 tenaga kerja.

Baca Juga: TNI AL Musnahkan Sabu dan Ekstasi Selundupan Dari Malaysia

Meski demikian, pihaknya masih melakukan pendataan terhadap jumlah pekerja yang direkrut perusahaan-perusahaan subkontraktor.

Untuk memastikan kepatuhan perusahaan, Administrator KEK Galang Batang telah berkoordinasi dengan Disnakertrans Provinsi Kepulauan Riau, Disnaker Kabupaten Bintan, BPJS Ketenagakerjaan, serta BPJS Kesehatan membentuk Klinik Kepatuhan.

"Klinik ini dibentuk untuk memastikan seluruh perusahaan mematuhi ketentuan ketenagakerjaan, mulai dari pendataan tenaga kerja hingga pemenuhan seluruh regulasi yang berlaku," kata Budhi.

Ia menegaskan, sinergi dengan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Kabupaten Bintan akan terus diperkuat guna memetakan potensi investasi secara lebih akurat sekaligus mengukur kontribusi KEK Galang Batang terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. (*)

Editor : M Tahang
#Tenaga Kerja Bintan #Investasi Kepri #Investasi Bintan #BAI Bintan #KEK Galang Batang