batampos – Impian melanjutkan pendidikan tinggi kini semakin dekat bagi Jefri Silitonga. Anak seorang petani asal Ekang Anculai, Bintan, itu menjadi salah satu penerima Beasiswa Inti Cakrawala Sains, Teknologi, Teknik, dan Matematika (STEM) dari PT Bintan Inti Industrial Estate (BIIE).
Jefri, lulusan SMA Negeri 1 Teluk Sebong, berhasil lolos seleksi dan diterima di Program Studi S1 Teknik Mesin Universitas Sumatera Utara (USU). Ia menjadi salah satu dari dua mahasiswa asal Bintan yang mendapatkan dukungan pendidikan dari program tersebut.
Selain Jefri, penerima beasiswa lainnya adalah Steven Jeremy Sinaga, alumni SMA Negeri 1 Bintan Utara yang diterima di Program Studi S1 Teknik Kimia USU.
Baca Juga: 30 Persen Objek Pajak Bebas PBB, Bapenda: Ini Stimulus, Bukan Kehilangan PAD
Keduanya terpilih setelah melalui proses seleksi yang mempertimbangkan sejumlah aspek, mulai dari kemampuan akademik, karakter, potensi diri, hingga kesesuaian dengan nilai-nilai yang diterapkan perusahaan.
Program Beasiswa Inti Cakrawala STEM merupakan bagian dari upaya PT BIIE dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia lokal, khususnya untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja di bidang sains, teknologi, teknik, dan matematika di kawasan Bintan Industrial Estate (BIE).
Penandatanganan perjanjian beasiswa perdana berlangsung di Auditorium Wisma BIIE, Jumat (24/7/2026).
General Manager PT BIIE, Aditya Laksamana mengatakan, program tersebut menjadi bentuk komitmen perusahaan dalam membuka akses pendidikan bagi generasi muda Bintan yang memiliki potensi.
"Kami percaya generasi muda Bintan memiliki potensi besar dan perlu mendapatkan akses pendidikan berkualitas. Kami berharap mereka dapat menyelesaikan pendidikan tepat waktu dengan prestasi terbaik serta nantinya memberikan kontribusi bagi perusahaan maupun pembangunan Bintan," ujarnya.
Baca Juga: BP Batam Janjikan Layanan Investasi 24 Jam, Sambut Operasional Pabrik DBG Technology
Selain mendapatkan dukungan biaya pendidikan, para penerima beasiswa juga akan memperoleh pendampingan akademik dan pembinaan karakter secara berkala. PT BIIE juga menyiapkan kesempatan magang di kawasan industri agar mahasiswa dapat memahami dunia kerja secara langsung sesuai bidang yang dipelajari.
Bagi Jefri, kesempatan tersebut menjadi motivasi besar untuk terus berkembang. Ia menilai beasiswa yang diberikan bukan hanya membantu dari sisi pendidikan, tetapi juga menunjukkan kepedulian dunia industri terhadap masa depan generasi muda daerah.
"Ini bukan hanya bantuan pendidikan, tetapi juga bukti kehadiran perusahaan yang peduli terhadap pendidikan generasi muda dan pengembangan SDM," kata Jefri.
Anak Petani yang Tembus Kampus Negeri
Di balik keberhasilan Jefri mendapatkan beasiswa, terdapat perjuangan keluarga yang selalu mendukung langkahnya. Rosmina, ibu Jefri, mengaku tidak menyangka anak keduanya dari tiga bersaudara tersebut bisa memperoleh kesempatan itu.
Menurut Rosmina, Jefri telah menunjukkan prestasi sejak sekolah dasar hingga jenjang SMA. Selain aktif dalam kegiatan sekolah, Jefri juga aktif dalam kegiatan gereja.
Baca Juga: Dugaan Perekaman Wanita di Toilet Pelabuhan, Korban Tolak Tempuh Jalur Hukum
"Puji Tuhan, dia berprestasi sejak SD hingga SMA. Saya juga senang anak saya mendapatkan fasilitas beasiswa dari perusahaan," ujar Rosmina.
Kehidupan keluarga Jefri jauh dari kemewahan. Ayahnya, Jurianto Silitonga, sehari-hari bekerja sebagai petani di kawasan Kilometer 37 Ekang Anculai, Bintan.
"Bapaknya kerja, bertani di Km 37 Ekang Anculai," ungkap Rosmina.
Kini, Jefri bersiap memulai perjalanan baru sebagai mahasiswa Teknik Mesin USU. Ia berharap kesempatan tersebut dapat menjadi langkah awal untuk membanggakan keluarga sekaligus memberikan kontribusi bagi daerah asalnya. (*)
Editor : M Tahang