batampos – Kenduri dan Festival Durian Bintan 2026 yang digelar bersamaan dengan kegiatan Bintan Trekking 2026 di Lapangan Sepak Bola Bekapur, Desa Bintan Buyu, Kecamatan Teluk Bintan, Minggu (26/7), menjadi sorotan di media sosial.
Sejumlah warga mengaku kecewa karena tidak dapat menikmati durian. Bahkan beredar narasi yang menyebut durian hanya dinikmati para pejabat, sementara masyarakat yang datang hanya menyaksikan mereka menyantap buah tersebut.
Salah seorang warga Tanjungpinang, Ahda, mengaku datang ke lokasi dengan harapan bisa menikmati durian. Namun, ia pulang dengan kecewa karena tidak memperoleh durian gratis.
Ia sempat berniat membeli durian yang dijual di lokasi, tetapi mengurungkan niat setelah mengetahui harganya lebih tinggi dibandingkan di Tanjungpinang.
Baca Juga: Protes Tak Lolos ke SMKN 7 Batam, Disdik: Kuota Terbatas, Cari Sekolah yang Masih Kosong
"Durian daun di Tanjungpinang hanya Rp80 ribu per kilogram, di sini lebih dari Rp100 ribu per kilogram," ujarnya.
Sebelumnya, sebuah video yang menampilkan seorang pria bersama Bupati Bintan, Roby Kurniawan, juga beredar di media sosial. Dalam video tersebut, masyarakat diajak menghadiri pesta durian yang berlangsung pada 25–27 Juli 2026 di kawasan Gunung Bintan.
Menanggapi polemik tersebut, Ketua Zuriat Bentan, Muhammad Ali, yang menjadi salah satu penyelenggara, menjelaskan bahwa terdapat tiga kegiatan berbeda yang dilaksanakan secara bersamaan.
Pertama, Bintan Trekking yang diselenggarakan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bintan. Kedua, Kenduri Durian Bentan yang digagas masyarakat Zuriat Bentan. Ketiga, Festival Durian Bentan yang dikelola oleh pihak travel dari Batam.
Menurut Ali, kenduri durian merupakan tradisi masyarakat sebagai bentuk rasa syukur atas hasil panen durian yang melimpah tahun ini. Karena itu, kegiatan tersebut memang ditujukan khusus bagi masyarakat setempat.
Durian yang disajikan berasal dari swadaya warga. Setiap kepala keluarga menyumbangkan dua buah durian sehingga terkumpul sekitar 120 kilogram.
"Kami mengundang masyarakat sekitar karena ini kenduri, bukan pesta durian. Kami hanya membuat bubur durian dan pulut," kata Ali, Selasa (28/7).
Ia juga mengungkapkan bahwa pihak travel dari Batam sebelumnya menyampaikan akan membawa sekitar 2.000 peserta sehingga masyarakat diminta menyiapkan ratusan kilogram durian.
Namun, hingga hari pelaksanaan, rombongan yang datang hanya delapan orang.
"Mereka hanya mentransfer Rp2 juta. Setelah itu nomornya sudah tidak aktif," ujarnya.
Ali menegaskan, durian yang disediakan masyarakat tidak pernah diperuntukkan bagi kegiatan komersial ataupun untuk seluruh pengunjung, melainkan khusus untuk keperluan kenduri warga.
"Durian itu murni hasil swadaya masyarakat," tegasnya.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Bintan memberikan dukungan berupa penyediaan panggung, tenda, kursi, dan sistem tata suara untuk mendukung pelaksanaan kegiatan. (*)
Editor : Jamil Qasim