batampos – Tim SAR Gabungan resmi menghentikan operasi pencarian terhadap Christina Lindasari (43), penumpang KMP Bahtera Nusantara (BN) 03 yang dilaporkan hilang di Perairan Bintan. Keputusan tersebut diambil setelah upaya pencarian selama tujuh hari belum membuahkan hasil.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Kelas A Tanjungpinang, Fazzli, mengatakan penghentian operasi dilakukan berdasarkan hasil evaluasi tim SAR bersama pihak keluarga korban.
"Kami hentikan dan mengusulkan operasi ditutup. Namun, operasi akan dibuka kembali apabila ditemukan tanda-tanda keberadaan korban," ujar Fazzli, Rabu (29/7).
Baca Juga: Pemko Batam Siapkan Rp50 Miliar Bangun Taman Budaya Nyat Kadir
Korban dilaporkan hilang saat KMP Bahtera Nusantara 03 berlayar dari Tanjunguban menuju Tambelan.
Berdasarkan laporan, kapal berangkat dari Pelabuhan ASDP Tanjunguban pada Selasa (21/7) sekitar pukul 23.00 WIB. Keesokan harinya, Rabu (22/7) sekitar pukul 05.00 WIB, anak korban menyadari Christina sudah tidak berada di atas kapal.
Saat itu posisi kapal berada di koordinat 0°38'47.15"N - 104°48'42.60"E. Hingga kini, lokasi pasti korban diduga terjatuh ke laut belum dapat dipastikan.
Selama tujuh hari pencarian, Tim SAR Gabungan melakukan penyisiran di perairan mulai dari Lobam hingga Numbing, Kabupaten Bintan.
Operasi melibatkan 12 unsur, yakni Kantor Pencarian dan Pertolongan Tanjungpinang, VTS Batam, Satpolairud Polres Bintan, Satpolairud Polresta Tanjungpinang, Lanal Bintan, Pangkalan PLP Tanjunguban, ASDP Batam, ASDP Kijang, ASDP Tanjunguban, KSOP Kijang, Posal Kijang, serta HNSI.
Penyisiran difokuskan di sepanjang alur pelayaran Tanjunguban–Pulau Lobam–Terkulai–Pangkil–Mantang–Pulau Telang–Numbing. Selain pencarian di laut, tim juga menyebarluaskan informasi melalui siaran radio maritim dan berkoordinasi dengan unsur Potensi SAR serta kapal-kapal yang melintas di jalur pelayaran tersebut.
Fazzli menambahkan, KN SAR 209 dan Rigid Buoyancy Boat (RBB) juga disiagakan selama operasi untuk mendukung proses evakuasi apabila terdapat informasi baru mengenai keberadaan korban.
"KN SAR 209 dan RBB juga disiagakan saat itu untuk evakuasi jika ada informasi baru," katanya.
Meski operasi SAR telah resmi ditutup, Basarnas memastikan pencarian dapat kembali dibuka apabila ditemukan petunjuk atau informasi baru yang mengarah pada keberadaan korban. (*)
Editor : Jamil Qasim