batampos – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Pemprov Kepri) melalui Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Pertanahan (PUPP) melanjutkan pembangunan kanal pengendali banjir di Kampung Purwodadi, Sungai Lekop, Kecamatan Bintan Timur, Kabupaten Bintan.
Proyek lanjutan ini bertujuan memperkuat sistem pengendalian banjir agar kawasan permukiman warga terbebas dari genangan saat musim hujan.
Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPP Kepri, Dona Astrina, mengatakan pekerjaan yang dilaksanakan pada 2026 merupakan kelanjutan proyek yang dimulai pada 2025.
"Tahun 2026 dilanjutkan lagi pekerjaannya, meliputi pemasangan batu miring untuk saluran, normalisasi, serta perbaikan saluran yang patah," ujar Dona, Kamis (30/7).
Menurutnya, proyek tersebut didanai melalui APBD Provinsi Kepulauan Riau Tahun Anggaran 2026 dengan nilai Rp970,96 juta dan ditargetkan selesai dalam waktu 120 hari kalender.
Baca Juga: SPPG di Kepri Dilarang Gunakan Barang Subsidi untuk Program MBG, Pelanggar Terancam Sanksi
Target Bebaskan Purwodadi dari Banjir
Dona berharap pembangunan lanjutan kanal sepanjang sekitar 275 meter itu dapat mengatasi persoalan banjir yang selama ini kerap melanda Kampung Purwodadi dan wilayah sekitarnya.
Ia mengingatkan banjir terbesar pernah terjadi pada 2021, ketika air merendam kawasan mulai dari Jalan Korindo hingga Jalan Nusantara dengan ketinggian mencapai sekitar satu meter.
Banjir saat itu menggenangi permukiman warga hingga lahan perkebunan dan mengganggu aktivitas masyarakat.
"Harapannya, dengan pembangunan dan perbaikan kanal banjir tahun ini, kawasan Perkampungan Purwodadi dan sekitarnya benar-benar terbebas dari banjir," katanya.
Penanganan Berlanjut Sejak 2021
Pemprov Kepri mulai melakukan penanganan banjir di kawasan Purwodadi sejak 2021 melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim).
Selanjutnya pada 2025, penanganan dilanjutkan oleh Dinas PUPP dengan fokus pada normalisasi sungai dan pembangunan saluran di lokasi yang paling dekat dengan permukiman warga.
Menurut Dona, keberadaan kanal pengendali banjir memiliki sejumlah manfaat, di antaranya mengalihkan debit air hujan berlebih, mencegah genangan di kawasan permukiman, serta mempercepat aliran air menuju laut.
Ia menyebut hasil penanganan sebelumnya sudah menunjukkan dampak positif.
"Hasilnya sangat signifikan. Hingga akhir tahun 2025, banjir tidak lagi merendam permukiman warga Purwodadi," ujarnya.
Pemprov Kepri berharap penyelesaian proyek lanjutan pada tahun ini semakin meningkatkan efektivitas sistem drainase dan memberikan perlindungan jangka panjang bagi masyarakat di kawasan Sungai Lekop dan sekitarnya. (*)
Editor : Putut Ariyo