Harga Minyakita di Bintan Tembus Rp18.000 per Liter

Slamet Nofasusanto • Dipublikasikan Selasa, 4 Agustus 2026 | 14:08 WIB
Tim Satgas Pangan Kabupaten Bintan turun langsung di Pasar Barek Motor Kijang, Kecamatan Bintan Timur pada Selasa (4/8/2026). F.Kiriman Daeng Salamun untuk Batam Pos.
Tim Satgas Pangan Kabupaten Bintan turun langsung di Pasar Barek Motor Kijang, Kecamatan Bintan Timur pada Selasa (4/8/2026). F.Kiriman Daeng Salamun untuk Batam Pos.

batampos – Harga Minyakita di sejumlah pasar di Kabupaten Bintan terpantau melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp15.700 per liter. Kondisi ini mendorong Tim Satgas Pangan Kabupaten Bintan turun ke lapangan untuk menelusuri penyebab kenaikan harga serta alur distribusi minyak goreng bersubsidi tersebut.

Dalam inspeksi yang dilakukan di Pasar Barek Motor, Kijang, Kecamatan Bintan Timur, Selasa (4/8/2026), petugas menemukan Minyakita dijual dengan harga berkisar Rp17.000 hingga Rp18.000 per liter.

Kanit Tipiter Satreskrim Polres Bintan, Iptu Daeng Salamun, mengatakan hasil pemantauan menunjukkan harga Minyakita di tingkat pengecer rata-rata sudah berada di atas HET.

"Tadi kita cek di lapangan, harga Minyakita dijual kisaran Rp17.000 hingga Rp18.000 per liter. Padahal, stok Minyakita banyak, tapi kenapa harganya tidak stabil, rata-rata di atas HET," ujarnya.

Satgas Akan Panggil Distributor

Menindaklanjuti temuan tersebut, Satgas Pangan mengimbau para pengecer agar menjual Minyakita sesuai HET yang telah ditetapkan pemerintah.

Selain itu, pihak kepolisian juga akan memanggil distributor untuk mengklarifikasi rantai distribusi minyak goreng tersebut.

Baca Juga: BPS: Kunjungan Wisman ke Kepri Turun 3,82 Persen pada Juni 2026, Singapura Masih Dominasi

"Kita akan cek alurnya seperti apa, apakah pendistribusian sesuai aturan atau tidak," kata Daeng.

Ia menegaskan, langkah awal yang akan dilakukan adalah memberikan teguran kepada pelaku usaha yang menjual Minyakita di atas HET.

"Kita akan tegur terlebih dahulu. Kalau teguran tidak diindahkan, kita akan melakukan penindakan," tegasnya.

Pedagang Sebut Pasokan Murah Cepat Habis

Salah seorang pedagang di Pasar Barek Motor, Ardi, menjelaskan harga Minyakita mulai naik karena pasokan dari Perum Bulog cepat habis.

Menurutnya, Minyakita dari Bulog dibeli seharga Rp174.000 per dus berisi 12 kemasan atau sekitar Rp14.500 per liter, sehingga masih memungkinkan dijual sesuai HET.

"Kami menjual ke masyarakat maksimal HET yakni Rp15.700 per liter. Karena harganya murah, jadi cepat habis," ujarnya.

Ketika stok Bulog habis, ia mengaku terpaksa membeli pasokan dari distributor lain di Tanjungpinang dengan harga Rp188.400 per dus atau sekitar Rp15.700 per liter, sama dengan HET.

Dengan harga modal tersebut, ia menjual Minyakita seharga Rp17.000 per liter agar tetap memperoleh keuntungan.

Sebagai bentuk kompensasi kepada pembeli, Ardi mengaku memberikan bonus satu sachet penyedap rasa ukuran kecil untuk setiap pembelian Minyakita.

"Kami terpaksa menjualnya di atas HET, tapi kami tambahkan satu sachet Masako ukuran kecil," katanya.

Pelaku Usaha: Harga di Tanjungpinang Lebih Mahal

Sementara itu, salah seorang pelaku usaha kuliner di Bintan, Kurnia, mengatakan harga Minyakita di Kabupaten Bintan masih relatif lebih murah dibandingkan di Kota Tanjungpinang.

"Harganya sama-sama di atas HET, tapi di Tanjungpinang dijual lebih tinggi," ujarnya.

Satgas Pangan Kabupaten Bintan memastikan akan terus memantau perkembangan harga Minyakita di pasaran sekaligus mengawasi jalur distribusinya agar pasokan tetap tersedia dan harga kembali sesuai ketentuan pemerintah. (*)

Editor : Putut Ariyo
Harga Minyak Goreng bintan Polres Bintan MinyaKita satgas pangan