Lampu PJU di Kampung Sungai Jeram Padam Setahun, Warga: Jangan Cuma Jadi Hiasan

Slamet Nofasusanto • Dipublikasikan Kamis, 6 Agustus 2026 | 18:01 WIB
Warga Kampung Sungai Jeram, Ayu, menunjukkan lampu penerangan jalan umum (PJU) yang telah padam selama kurang lebih satu tahun. Foto: Slamet Nofasusanto/Batam Pos
Warga Kampung Sungai Jeram, Ayu, menunjukkan lampu penerangan jalan umum (PJU) yang telah padam selama kurang lebih satu tahun. Foto: Slamet Nofasusanto/Batam Pos

batampos – Lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) di Kampung Sungai Jeram, Desa Lancang Kuning, Kecamatan Bintan Utara, dilaporkan padam selama kurang lebih satu tahun. Kondisi tersebut dikeluhkan warga karena membuat ruas jalan gelap dan dinilai membahayakan pengguna jalan.

Salah seorang warga, Ayu, mengatakan lampu PJU yang tidak berfungsi itu kini hanya menjadi pajangan.

"Kalau tidak dihidupkan, ambil saja. Jangan hanya jadi hiasan," ujarnya.

Baca Juga: Buka Barbershop dari Nol, Belajar dari Kesuksesan Starsbox Indonesia

Menurut Ayu, warga telah berulang kali melaporkan kondisi tersebut kepada berbagai pihak, namun hingga kini belum ada perbaikan.

Ia mengaku sempat melapor ke petugas PLN. Namun, pihak PLN menyampaikan bahwa PJU tersebut hanya menggunakan trafo milik PLN sehingga bukan menjadi kewenangan mereka.

Selanjutnya, laporan juga disampaikan ke bagian kebersihan dan pertamanan di Bintan Utara.

"Kami juga pernah tanya ke DKP, katanya bukan urusan mereka," katanya.

Baca Juga: Gerai Indomaret Bertambah, Pemko Tanjungpinang Targetkan 25 Gerai Serap Ratusan Tenaga Kerja

Dari sana, warga diarahkan untuk melapor ke Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Bintan serta Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bintan.

Namun, menurut Ayu, hingga kini warga hanya diminta bersabar menunggu perbaikan. Karena terlalu lama menunggu, sebagian warga bahkan sempat berinisiatif memperbaiki lampu secara swadaya.

"Sudah kami tunggu sampai capek. Ada yang bilang tidak usah lagi minta bantuan ke mana-mana, lebih baik kita patungan saja," ujarnya.

Ia mengatakan kondisi jalan yang sempit dan minim penerangan cukup rawan menimbulkan kecelakaan. Jalan tersebut merupakan akses menuju permukiman warga, masjid, kebun, hingga dilalui truk pengangkut kayu.

"Saya sebenarnya tidak mau banyak bicara, tapi karena sudah hampir terjadi kecelakaan. Tadi malam hampir ada tabrakan, makanya saya bersuara," ungkapnya.

Ayu berharap pemerintah daerah segera memperbaiki lampu PJU tersebut. Jika tidak kunjung diperbaiki, warga berencana memasang lampu tenaga surya secara mandiri melalui iuran bersama.

"Kalau memang tidak mau dihidupkan, kami siap gotong royong. Iuran Rp50 ribu per keluarga saja sudah bisa beli lampu tenaga surya," katanya.

Menanggapi keluhan warga, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bintan, M. Insan Amin, mengaku baru mengetahui adanya PJU yang rusak di Kampung Sungai Jeram.

Ia memastikan laporan tersebut segera diteruskan kepada Satuan Tugas (Satgas) PJU untuk ditindaklanjuti.

"Kita lihat jadwal anggota. Biasanya mereka turun ke lapangan sekaligus sesuai wilayah yang menjadi tugasnya," ujar Insan.

Dishub Bintan berjanji akan mengecek kondisi PJU di lokasi dan melakukan perbaikan sesuai jadwal kerja tim di lapangan. (*)

Editor : Jamil Qasim
Lampu PJU Cuma Jadi Hiasan