Karhutla Dekat Permukiman di Bintan, Damkar Gedor Pintu Rumah Warga Saat Tengah Malam

Slamet Nofasusanto • Dipublikasikan Jumat, 7 Agustus 2026 | 10:05 WIB

Petugas Damkar memadamkan kebakaran lahan di Jalan Mahoni, Kampung Mekar Sari, Tanjunguban, Kecamatan Bintan Utara, Jumat (7/8/2026) dini hari. Api yang berjarak sekitar 50 meter dari permukiman berhasil dipadamkan sebelum merembet ke rumah warga. Foto: Damkar Tanjunguban/Batam Pos.
Petugas Damkar memadamkan kebakaran lahan di Jalan Mahoni, Kampung Mekar Sari, Tanjunguban, Kecamatan Bintan Utara, Jumat (7/8/2026) dini hari. Api yang berjarak sekitar 50 meter dari permukiman berhasil dipadamkan sebelum merembet ke rumah warga. Foto: Damkar Tanjunguban/Batam Pos.

batampos  – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seluas sekitar satu hektare terjadi di Jalan Mahoni, Kampung Mekar Sari, Tanjunguban, Kecamatan Bintan Utara, Jumat (7/8/2026) dini hari. Kobaran api yang hanya berjarak sekitar 50 meter dari permukiman membuat petugas pemadam kebakaran (Damkar) terpaksa menggedor pintu rumah warga untuk membangunkan mereka.

Kepala UPT Damkar Tanjunguban, Panyodi, mengatakan kebakaran pertama kali diketahui sekitar pukul 02.30 WIB setelah seorang warga yang sedang ronda melihat cahaya kemerahan dari kejauhan.

"Warga melihat cahaya kemerahan dari kejauhan. Namun, dia tidak mengecek ke lokasi, melainkan langsung melaporkannya ke kami," ujar Panyodi.

Api Nyaris Merembet ke Rumah Warga

Menerima laporan tersebut, dua petugas Damkar segera menuju lokasi untuk melakukan pengecekan. Setibanya di lokasi, mereka mendapati titik api berada sangat dekat dengan kawasan permukiman.

Melihat kondisi tersebut, petugas langsung membangunkan warga dengan menggedor pintu rumah agar bersiap mengantisipasi kemungkinan api merambat.

"Kami langsung membangunkan warga dengan mengedor pintu rumah mereka karena jarak api sangat dekat, sekitar 50 meter," katanya.

Petugas kemudian mengerahkan armada pemadam dan membentangkan lima jalur selang untuk mempercepat proses pemadaman.

"Kita gerak cepat karena di sekeliling api sangat dekat rumah warga," tambahnya.

Pemadaman Terkendala Tunggul Pohon

Proses pemadaman sempat mengalami kendala akibat banyaknya tunggul pohon bekas penebangan di lokasi kebakaran. Kondisi tersebut membuat petugas beberapa kali harus memindahkan jalur selang.

"Alhamdulillah angin tidak terlalu kencang. Hanya saja saat gelar selang, kami sempat memindahkan jalur karena banyak tunggul pohon habis ditebang. Sepertinya lahan baru dibersihkan sehingga banyak potongan kayu," jelas Panyodi.

Meski menghadapi keterbatasan pasokan air, api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 04.15 WIB.

Empat Karhutla dalam Empat Hari

Hingga kini, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. Panyodi mengatakan belum ada saksi yang mengetahui awal munculnya api karena warga yang pertama melihat hanya menyaksikan kobaran api dari kejauhan, sedangkan warga sekitar masih tertidur saat kejadian.

Ia mengungkapkan, dalam empat hari terakhir Damkar Tanjunguban telah menangani empat kasus kebakaran hutan dan lahan di lokasi yang berbeda.

"Kejadian itu jaraknya dekat-dekat sehingga membuat kami harus jungkir balik menanganinya," katanya.

Panyodi mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar maupun membakar sampah sembarangan, terutama di tengah kondisi cuaca panas dan angin yang dapat mempercepat penyebaran api. (*)

 

Editor : Putut Ariyo
Karhutla Bintan Damkar Bintan Bintan Utara Tanjunguban kebakaran lahan