batampos – Usulan perbaikan Jalan Agro di Desa Gunung Kijang, Kecamatan Gunung Kijang, selangkah lebih dekat menuju realisasi. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bintan memastikan proyek tersebut telah lolos verifikasi ketiga dalam usulan Dana Alokasi Khusus (DAK) yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Pertanahan (PUPRP) Bintan, Wan Affandi, mengatakan pemerintah daerah mengusulkan lima kegiatan melalui skema DAK. Dari jumlah tersebut, tiga kegiatan dinyatakan lolos verifikasi, termasuk perbaikan Jalan Agro.
Baca Juga: Kuasa Hukum Tersangka Minta Gelar Perkara Khusus Dugaan Pencabulan Digelar Terbuka
"Alhamdulillah dalam verifikasi yang ketiga, itu masuk dalam kegiatan yang kita usulkan," kata Wan Affandi.
Meski demikian, ia menjelaskan usulan tersebut masih harus melalui tahapan verifikasi lanjutan di Kementerian Pekerjaan Umum sebelum ditetapkan sebagai penerima DAK.
"Insyaallah disetujui," ujarnya.
Wan Affandi mengatakan, sebelumnya Pemkab Bintan berencana mengalokasikan pembangunan drainase di Jalan Agro melalui APBD Perubahan 2026. Namun, rencana tersebut dibatalkan untuk menghindari tumpang tindih anggaran dengan usulan DAK.
"Karena pembangunan drainase sudah diikutsertakan dalam usulan DAK, jadi tidak jadi dianggarkan di APBD Perubahan. Kami khawatir terjadi overlap," jelasnya.
Menurutnya, usulan yang diajukan ke pemerintah pusat bersifat menyeluruh, meliputi pengaspalan jalan sekaligus pembangunan drainase.
"Itu komplet, jalan diaspal dan pembangunan drainasenya," katanya.
Baca Juga: Sidang Kematian Bripda Nathanael, Saksi Ungkap Dugaan Tradisi Kekerasan terhadap Junior
Sembari menunggu keputusan pemerintah pusat, Dinas PUPRP Bintan telah melakukan penanganan sementara terhadap ruas jalan yang rusak melalui penimbunan dan pengerasan pada sejumlah titik.
Sebelumnya, warga Kampung Banjar, RT 001/RW 001, Desa Gunung Kijang, menggelar aksi damai dengan menanam pohon pisang di tengah Jalan Agro pada Senin (27/7/2026). Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes sekaligus meminta pemerintah segera memperbaiki jalan yang telah lama mengalami kerusakan.
Ketua RT 001 Kampung Banjar, Ferdianus Yohanes, mengatakan kondisi Jalan Agro yang berlubang telah lama dikeluhkan warga karena membahayakan pengguna jalan, terutama saat malam hari dan musim hujan.
"Kami merindukan jalan ini aman dan nyaman," ujarnya. (*)
Editor : Jamil Qasim