Ledakan Blasting Tambang Granit Bikin Rumah Warga Gunung Kijang Retak

Slamet Nofasusanto • Dipublikasikan Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:30 WIB
Rumah warga Kampung Tanjung Tangkat Gunung Kijang dilaporkan retak setelah aktivitas blasting tambang granit. Foto: Kiriman Erna untuk Batam Pos
Rumah warga Kampung Tanjung Tangkat Gunung Kijang dilaporkan retak setelah aktivitas blasting tambang granit. Foto: Kiriman Erna untuk Batam Pos

batampos – Sejumlah rumah warga Kampung Tanjung Tangkat, Desa Gunung Kijang, Kecamatan Gunung Kijang, Bintan, dilaporkan mengalami keretakan setelah aktivitas blasting tambang granit pada Senin (10/8/2026) siang.

Warga menyebut suara ledakan kali ini terdengar lebih keras dari biasanya. Sedikitnya dua hingga tiga rumah di RT 06 RW 03 disebut telah melaporkan kerusakan pada bagian dinding hingga atap.

Aisyah, warga setempat, mengatakan ledakan tersebut membuat warga terkejut. Sebab, selama ini masyarakat biasanya mendapat informasi sebelum aktivitas blasting dilakukan.

Baca Juga: PUPR Kepri Perbaiki 1.084 Meter Jalan Coastal Area Karimun

“Biasanya kalau mau ada pengeboman yang kuat, mereka selalu mengabari RT. Kalau tidak, mereka menghidupkan sirine. Tapi semalam tiba-tiba suara ledakan keras,” kata Aisyah, Selasa (11/8/2026).

Menurut dia, laporan kerusakan rumah mulai disampaikan warga setelah kejadian. Namun, jumlah rumah yang terdampak masih mungkin bertambah karena belum seluruh warga diperiksa.

“Saya belum tanya ke yang lain, cuma ada dua tiga rumah yang sudah chat ke saya,” ujarnya.

Ketua RT setempat, Erna, mengatakan Kampung Tanjung Tangkat berada cukup dekat dengan kawasan perusahaan. Seluruh warga di wilayah tersebut masuk dalam ring 1 kawasan perusahaan sehingga aktivitas blasting memang kerap dirasakan.

“Semua warga Kampung Tanjung Tangkat masuk ring 1 di kawasan,” katanya.

Erna menyebut getaran akibat aktivitas pemecahan batu granit sudah menjadi hal yang biasa bagi warga. Dalam sepekan, aktivitas blasting bisa dirasakan dua hingga tiga kali.

“Kalau getaran kami sudah biasa, sudah menjadi makanan seminggu dua sampai tiga kali,” ujarnya.

Baca Juga: Polisi Ungkap Hasil Forensik Kerangka Manusia di Tanjungpinang, Diperkirakan Berusia 50–60 Tahun

Namun, ledakan pada Senin siang dinilai berbeda. Erna yang saat itu berada di rumah mengaku terkejut karena suara dan getarannya dirasakan lebih kuat dibandingkan biasanya.

“Saya tahu ada sirine sebagai penanda mau ada blasting, tapi saya terkejut luar biasa karena suaranya lebih dari biasanya,” katanya.

Selama ini, kata Erna, perusahaan biasanya menginformasikan rencana blasting kepada ketua RT. Informasi tersebut kemudian diteruskan kepada warga melalui grup komunikasi lingkungan.

“Sebagai RT, saya share lagi di grup kalau jam sekian mau ada blasting,” ujarnya.

Pascaledakan, warga bersama sejumlah pihak telah bertemu dengan perwakilan perusahaan untuk membahas kejadian tersebut. Pertemuan itu turut dihadiri Babinsa, Bhabinkamtibmas, Ketua RW, serta perwakilan perusahaan.

“Alhamdulillah kemarin datang juga dari Babinsa, Bhabinkamtibmas, Pak RW dan dari pihak perusahaan. Untuk tindak lanjutnya seperti apa, belum tahu ke depannya,” kata Erna.

Warga berharap perusahaan turun langsung mengecek kondisi rumah yang dilaporkan mengalami kerusakan. Pemeriksaan tersebut dinilai penting untuk mengetahui kondisi bangunan sekaligus memastikan tindak lanjut terhadap keluhan warga.

Baca Juga: Pemkab Bintan Mulai Susun RPIK, Dorong Hilirisasi dan Kemudahan Investasi

“Kalau bisa benar-benar ditinjau langsung karena banyak juga masyarakat yang bekerja di perusahaan tersebut,” pungkas Erna.

Sementara itu, Penjabat Kepala Desa Gunung Kijang Aditya Wahyu Hidayat mengaku telah mendengar informasi mengenai kejadian tersebut. Namun, hingga Selasa (11/8/2026), pihaknya belum menerima laporan secara lengkap mengenai kerusakan yang dialami warga.

“Tapi info detailnya saya belum terima,” singkatnya. (*)

Editor : M Tahang
Gunung Kijang Ledakan Blasting Tambang Granit Rumah Warga Retak