batampos - Upaya pencarian terhadap empat kru KM Putra Buluh yang hilang setelah kapal nelayan tersebut ditabrak kapal kargo di Perairan Pulau Pengikik, Kecamatan Tambelan, Kabupaten Bintan, masih belum membuahkan hasil hingga Selasa (11/8/2026).
Untuk mempercepat proses pencarian, operasi SAR kini diperluas dengan melibatkan personel dan armada dari Kantor SAR Pontianak serta Kantor SAR Pangkal Pinang (Belitung).
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Kelas A Tanjungpinang, Fazzli, mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan berbagai instansi, termasuk KSOP dan Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kepulauan Riau, guna mengoptimalkan operasi pencarian.
"Untuk mempercepat pencarian, kami juga berkoordinasi dengan Kantor SAR Pangkal Pinang dan Kantor SAR Pontianak," ujar Fazzli, Selasa (11/8/2026).
Menurutnya, pelibatan kedua kantor SAR tersebut dilakukan karena lokasi kecelakaan laut berada di wilayah perairan yang relatif dekat dengan Pontianak dan Belitung.
Salah satu langkah yang diambil adalah menggerakkan Kapal RB 214 milik Kantor SAR Pontianak untuk memperkuat pencarian di lokasi kejadian.
"Kita melakukan pergerakan Kapal RB 214 Pontianak yang ada di Kantor SAR Pontianak," kata Fazzli.
Baca Juga: Ditabrak Kapal Kargo di Perairan Tambelan, Satu ABK KM Putra Buluh Selamat, Empat Masih Dicari
Selain mengerahkan armada tambahan, Tim SAR juga melakukan broadcast informasi dan penyampaian pemberitahuan kepada kapal-kapal yang melintas di sekitar Perairan Pulau Tambelan agar turut membantu melakukan pemantauan terhadap kemungkinan keberadaan para korban.
"Hingga saat ini pencarian masih terus dilakukan. Kita berharap empat orang kru kapal yang hilang bisa segera ditemukan," ujarnya.
KM Putra Buluh Terbelah Dua Setelah Ditabrak Kapal Kargo
Insiden tersebut terjadi pada Sabtu (8/8/2026) dini hari di Perairan Pulau Pengikik, Kecamatan Tambelan.
Berdasarkan laporan yang diterima Kantor SAR Tanjungpinang dari HNSI Kepulauan Riau, KM Putra Buluh yang membawa lima orang kru sedang melakukan aktivitas memancing setelah berangkat dari Tanjungpandan, Belitung, pada Senin (3/8/2026).
Kapal tersebut berada di sekitar Perairan Pulau Pengikik sejak 4 Agustus hingga 7 Agustus sebelum akhirnya ditabrak kapal kargo yang sedang berlayar menuju Kalimantan.
Benturan keras mengakibatkan KM Putra Buluh terbelah menjadi dua bagian dan tenggelam.
Dari lima kru yang berada di atas kapal, Khairul (30) berhasil selamat setelah bertahan menggunakan tutup fiber sebagai alat bantu apung. Ia kemudian dievakuasi oleh KM Lima Saudara Kandung yang melintas di lokasi kejadian.
Sementara itu, empat kru lainnya yang masih dinyatakan hilang masing-masing adalah Samsir Arwan (27), Andi Syamsu (53), Muhammad Irfan (28), dan Agustono (28).
Hingga kini, Tim SAR gabungan masih terus melakukan pencarian dengan memperluas area penyisiran di sekitar lokasi kecelakaan, sembari berkoordinasi dengan kapal-kapal yang beroperasi di jalur pelayaran sekitar Perairan Tambelan. (*)
Editor : Putut Ariyo