Ledakan Tambang Granit Diduga Sebabkan Belasan Rumah di Gunung Kijang Bintan Retak

Slamet Nofasusanto • Dipublikasikan Rabu, 12 Agustus 2026 | 19:31 WIB
Suasana di Kampung Tanjung Tangkap, Desa Gunung Kijang, Kecamatan Gunung Kijang pascaledakan tambang granit yang diduga menyebabkan keretakan di bagian dinding, Rabu (12/8/2026) siang. F.Slamet Nofasusanto/Batam Pos
Suasana di Kampung Tanjung Tangkap, Desa Gunung Kijang, Kecamatan Gunung Kijang pascaledakan tambang granit yang diduga menyebabkan keretakan di bagian dinding, Rabu (12/8/2026) siang. F.Slamet Nofasusanto/Batam Pos

Warga Minta Kerusakan Didata dan Segera Diperbaiki

batampos – Aktivitas blasting tambang granit di area PT Bintang Mahkota Sukses (BMS), Desa Gunung Kijang, Kecamatan Gunung Kijang, Bintan, diduga menyebabkan belasan rumah warga di Kampung Tanjung Tangkap mengalami keretakan pada bagian dinding.

Tokoh masyarakat setempat, Sukur, mengatakan jumlah rumah yang terdampak belum didata secara resmi. Namun, berdasarkan pengamatan warga, diperkirakan terdapat belasan rumah yang mengalami kerusakan.

“Belum didata, tapi diperkirakan belasan rumah warga yang retak akibat blasting. Yang retak di bagian tembok,” kata Sukur saat ditemui di rumahnya, Rabu (12/8/2026).

Baca Juga: Rp15,9 Miliar Digelontorkan untuk Renovasi Masjid Raya Dompak, Kubah hingga Pintu Diganti

Menurut Sukur, ledakan yang terjadi pada Senin (10/8/2026) siang terasa berbeda dibandingkan aktivitas blasting sebelumnya. Dentuman dan getaran yang ditimbulkan jauh lebih kuat hingga membuat warga terkejut.

“Kalau sebelumnya suara dan getarannya biasa saja, tetapi siang itu kita pun dibuat kaget sampai terbangun. Suaranya kayak petir,” ujarnya.

Sehari sebelum kegiatan, Sukur mengaku telah menerima pemberitahuan dari pihak perusahaan bahwa blasting akan dilakukan pada 10 Agustus 2026.

Informasi tersebut kemudian diteruskan kepada warga melalui grup WhatsApp. Namun, dampak ledakan yang terjadi disebut berada di luar perkiraan warga.

Karena merasa ada perbedaan dari aktivitas blasting sebelumnya, Sukur langsung menghubungi pihak perusahaan untuk meminta penjelasan.

Baca Juga: Polisi Bagikan Bendera dan Sembako di Kampung Bebas Narkoba Tanjungpinang

“Makanya, saya langsung konfirmasi ke perusahaan karena blasting hari itu getaran dan suaranya luar biasa, dentumannya lebih keras,” katanya.

Warga Tetap Dukung Perusahaan

Meski kecewa dengan dampak ledakan, Sukur menegaskan warga tetap mendukung keberadaan perusahaan di wilayah tersebut. Sebab, sebagian masyarakat menggantungkan mata pencaharian dari aktivitas perusahaan.

“Kami dukung perusahaan karena kami membutuhkan perusahaan ada bersama kami, tapi kami juga ingin merasa nyaman,” ujarnya.

Ia mengatakan pihak perusahaan melalui tim teknis juga mengakui adanya dentuman yang lebih keras dari biasanya saat kegiatan blasting tersebut.

“Tim teknis juga kaget atas kejadian saat itu dan menyampaikan permohonan maaf ke warga,” katanya.

Atas kejadian tersebut, warga meminta perusahaan segera melakukan pendataan terhadap rumah-rumah yang mengalami keretakan.

Warga berharap kerusakan yang ditemukan dapat segera diperbaiki sehingga tidak menimbulkan kekhawatiran lebih lanjut.

Menurut Sukur, perbaikan tidak harus dilakukan terhadap seluruh bangunan. Bagian rumah yang mengalami keretakan dinilai cukup untuk diperbaiki.

“Mungkin tidak mengganti bangunannya yang rusak harus dibangun utuh, tapi yang retak-retak bisa diperbaiki,” pungkasnya.

Sementara itu, saat awak media mendatangi kantor PT BMS untuk meminta konfirmasi terkait dugaan dampak blasting tersebut, pihak sekuriti mengatakan pegawai bagian teknis dan humas sedang berada di luar kantor.

“Lagi di luar semua, yang ada hanya bagian tata usaha,” ujarnya singkat. (met)

Editor : Jamil Qasim
Ledakan Tambang Granit Rumah Retak