Tour de Bintan 2026 Dorong Hunian Hotel di Lagoi

Slamet Nofasusanto • Dipublikasikan Sabtu, 22 Agustus 2026 | 18:48 WIB
Peserta Tour de Bintan 2026 dilepas Wakil Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), Nyangyang Haris Pratamura di Lagoi Bay, Kawasan Bintan Resorts, Sabtu (22/8/2026). F.Slamet Nofasusanto/Batam Pos.
Peserta Tour de Bintan 2026 dilepas Wakil Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), Nyangyang Haris Pratamura di Lagoi Bay, Kawasan Bintan Resorts, Sabtu (22/8/2026). F.Slamet Nofasusanto/Batam Pos

batampos — Setelah vakum selama empat tahun, ajang balap sepeda internasional Tour de Bintan 2026 kembali digelar. Event yang berlangsung selama tiga hari, 21-23 Agustus 2026, tersebut turut mendorong tingkat hunian hotel di kawasan Bintan Resorts, Lagoi.

Ratusan peserta dari 42 negara ambil bagian dalam ajang tersebut. Mereka dilepas langsung oleh Wakil Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Nyanyang Haris Pratamura di Lagoi Bay, kawasan Bintan Resorts, Sabtu (22/8).

Dalam ajang tersebut, peserta mengikuti dua kategori, yakni Gran Fondo Challenge dengan jarak tempuh 70 kilometer dan Gran Fondo Century sejauh 100 kilometer.

Nyanyang mengatakan kembalinya Tour de Bintan merupakan bukti nyata kolaborasi berbagai pihak dalam menghidupkan kembali event olahraga internasional di Bintan.

"Setelah empat tahun terhenti, Tour de Bintan menjadi event yang ditunggu-tunggu pebalap sepeda dunia dan akhirnya kembali. Ini bukti kolaborasi semua pihak membuahkan hasil. Ada 42 negara yang hadir di Bintan," kata Nyanyang.

Menurut dia, penyelenggaraan Tour de Bintan memberikan dampak langsung terhadap perekonomian daerah. Salah satu indikatornya terlihat dari tingkat hunian hotel di kawasan Bintan Resorts yang meningkat selama event berlangsung.

"Dari sisi ekonomi, dengan adanya event seperti ini, dampaknya sangat luar biasa. Terbukti dengan jumlah hunian hotel yang penuh di kawasan Bintan Resorts," ujarnya.

Meski penyelenggaraan event sepenuhnya dilakukan Bintan Resorts, Nyanyang menegaskan Pemerintah Provinsi Kepri tetap memberikan dukungan penuh. Dukungan tersebut dilakukan melalui koordinasi lintas sektor dan sinergi antara Dinas Pariwisata Kepri, Dinas Pemuda dan Olahraga Kepri, serta Pemerintah Kabupaten Bintan.

"Kita juga berkoordinasi dengan ICF, meminta restu untuk menyelenggarakan event internasional Tour de Bintan," katanya.

Dengan kembali digelarnya Tour de Bintan, Nyanyang optimistis Bintan semakin dikenal sebagai destinasi sport tourism berkelas internasional sekaligus menjadi penggerak ekonomi baru di Kepri.

Sementara itu, Chief Operating Officer Bintan Resorts Abdul Wahab mengatakan Tour de Bintan 2026 merupakan penyelenggaraan ke-13. Menurut dia, event tersebut dapat kembali digelar berkat dukungan pemerintah daerah, pemerintah pusat, International Cycling Federation (ICF), serta hotel dan resor di kawasan Bintan Resorts.

"Event ini juga tidak akan berjalan tanpa dukungan mitra dari Singapura, Trifactor," ujarnya.

Abdul menilai Tour de Bintan perlu terus dipertahankan karena memberikan dampak ekonomi yang langsung dirasakan, terutama terhadap sektor perhotelan.

Saat ini, Bintan Resorts memiliki sekitar 3.200 kamar. Dalam tiga tahun ke depan, jumlah tersebut diproyeksikan bertambah sekitar 3.000 kamar sehingga total kapasitas mencapai sekitar 6.000 kamar.

"Kapasitas sedikitnya 5.000 kamar diperlukan agar event besar seperti Tour de Bintan dapat berlangsung lebih optimal," pungkasnya. (*)

Editor : Jamil Qasim
Tour de Bintan 2026 Hunian Hotel di Lagoi