Peserta Tour de Bintan Asal Swedia Meninggal Sehari Sebelum Balapan 150 Km

Slamet Nofasusanto • Dipublikasikan Selasa, 25 Agustus 2026 | 09:33 WIB
Jenazah warga negara asing asal Swedia saat akan dibawa ke rumah sakit di Tanjungpinang setelah dievakuasi ke Klinik Pariwisata Lagoi, Sabtu (22/8/2026) sore. F.Imigrasi Tanjunguban untuk Batam Pos
Jenazah warga negara asing asal Swedia saat akan dibawa ke rumah sakit di Tanjungpinang setelah dievakuasi ke Klinik Pariwisata Lagoi, Sabtu (22/8/2026) sore. F.Imigrasi Tanjunguban untuk Batam Pos

batampos – Kabar duka menyelimuti ajang balap sepeda internasional Tour de Bintan 2026. Seorang peserta asal Swedia berinisial FCF (53) meninggal dunia pada Sabtu (22/8/2026) sore, sehari sebelum dijadwalkan mengikuti rute 150 kilometer.

FCF datang ke Bintan bersama istrinya untuk mengikuti Tour de Bintan 2026. Ia bahkan telah mendaftarkan diri untuk menjajal rute terjauh dalam ajang balap sepeda tersebut.

Namun, rencana itu tidak sempat terwujud. FCF meninggal setelah mengalami kondisi darurat saat bersepeda di kawasan Lagoi, Bintan.

Kapolsek Bintan Utara AKP Jul Ilham melalui Kanit Reskrim Iptu Wisuda Meitari mengatakan, kejadian bermula sekitar pukul 14.30 WIB.

Saat itu, FCF bersama tiga rekannya baru saja selesai bersepeda dari kawasan Lagoi Bay. Ketika tiba di area tepi Kolam Treasure Bay, Hotel Natra Bintan, kondisi tubuh FCF tiba-tiba melemah hingga akhirnya pingsan.

Rekan-rekannya yang berada di lokasi langsung memberikan pertolongan. Saat ditemukan, FCF masih bernapas meski dalam kondisi tersengal-sengal.

Petugas hotel yang mengetahui kejadian tersebut kemudian ikut membantu proses pertolongan dan evakuasi.

Peserta Tour de Bintan Dievakuasi ke Klinik

FCF selanjutnya dievakuasi ke Klinik Pariwisata Lagoi untuk mendapatkan penanganan medis.

“Menurut pihak hotel, di perjalanan denyut nadinya masih terasa,” ujar Wisuda.

Sesampainya di klinik, tim medis langsung melakukan pemeriksaan dan memberikan upaya pertolongan darurat. Namun, sekitar pukul 15.15 WIB, FCF dinyatakan meninggal dunia.

Jenazah kemudian dibawa ke RSUD Raja Ahmad Tabib Tanjungpinang untuk menjalani visum.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh peserta Tour de Bintan tersebut.

“Tim medis menduga kepergian FCF disebabkan serangan jantung,” kata Wisuda.

Imigrasi Dampingi Pemulangan Jenazah

Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Tanjunguban Adi Hari Pianto turut menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya peserta asal Swedia tersebut.

Pihak Imigrasi memastikan akan memberikan pendampingan untuk membantu proses administrasi hingga pemulangan jenazah ke negara asalnya.

Meninggalnya FCF menjadi kabar duka bagi penyelenggaraan Tour de Bintan 2026. Ia sedianya mengikuti kategori rute 150 kilometer pada Minggu (23/8/2026), tetapi meninggal sehari sebelum perlombaan berlangsung. (*)

Editor : Putut Ariyo
Tour de Bintan 2026 Wisata Olahraga Peserta Swedia bintan lagoi