batampos - PT Shelltec Hydraulic Indonesia mencatat langkah perdana menembus pasar global. Perusahaan yang beroperasi di Kawasan Bintan Industrial Estate (BIE), Lobam, Bintan, itu melakukan ekspor perdana produk accumulator shell ke Jerman, Senin (24/8/2026) sore.
Hampir 200 tabung accumulator shell dikemas dalam sebuah kontainer untuk diberangkatkan dari kawasan BIE menuju Jerman. Nilai ekspor perdana tersebut mencapai sekitar 59 ribu Euro atau setara kurang lebih Rp1 miliar.
Manager Operasional PT Shelltec Hydraulic Indonesia Muhammad Fadli mengatakan, accumulator shell yang diekspor merupakan salah satu komponen penting yang digunakan untuk kebutuhan industri, termasuk sektor minyak dan gas.
“Nilai ekspor perdana ini mencapai sekitar 59 ribu Euro atau setara kurang lebih Rp1 miliar,” kata Fadli.
Baca Juga: Sehari Jelang Tour de Bintan, Peserta Asal Swedia Meninggal
Pimpinan PT Shelltec Hydraulic Indonesia Sheng menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan perusahaan. Menurut dia, dukungan tersebut turut membuat kegiatan operasional perusahaan, termasuk ekspor perdana, berjalan lancar.
General Manager (GM) PT Bintan Inti Industrial Estate (BIIE) Aditya Laksamana menyambut baik ekspor perdana tersebut. Menurut dia, langkah PT Shelltec menjadi bukti bahwa Kawasan BIE mampu menjadi basis produksi untuk memenuhi kebutuhan pasar global.
“Sebagai pengelola kawasan, Bintan Inti berkomitmen memberikan layanan terbaik bagi seluruh tenant. Kami bangga PT Shelltec sudah mulai ekspor dan membuka lapangan kerja bagi masyarakat lokal,” ujar Aditya.
Ia berharap PT Shelltec terus berkembang dan mendapatkan lebih banyak pesanan. Dengan demikian, penyerapan tenaga kerja lokal di Bintan juga semakin besar.
Kabid Perdagangan Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perindustrian dan Perdagangan (DKUPP) Bintan Setia Kurniawan yang mewakili Kepala Dinas Asy Syukri menilai ekspor perdana tersebut menjadi momentum penting bagi pertumbuhan industri di Bintan.
“Kami berharap tenaga kerja lokal terus diberdayakan. Dengan begitu, angka pengangguran di Bintan dapat ditekan dan pertumbuhan ekonomi semakin baik,” harapnya.
Dukungan juga disampaikan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tanjungpinang. Kasi PKC I Erwan Saeful Kholik yang mewakili Kepala Kantor mengatakan pihaknya mendukung kelancaran kegiatan logistik perusahaan.
Ia berharap semakin banyak tenant baru hadir di Kawasan BIE. Bertambahnya perusahaan dinilai akan memberikan dampak terhadap penyerapan tenaga kerja di Bintan.
“Dengan bertambahnya perusahaan, penyerapan tenaga kerja juga akan semakin besar,” harapnya. (*)
Editor : Yofi Yuhendri