batampos – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bintan, Kepulauan Riau, menjalin kerja sama dengan Pemkab Klaten, Jawa Tengah, untuk memperkuat pengembangan dan pemasaran produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) oleh Bupati Bintan Roby Kurniawan dan Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Kantor Bupati Bintan, Selasa (1/9/2026).
Roby mengatakan kemitraan antardaerah tersebut diharapkan membuka peluang baru bagi pelaku UMKM di kedua wilayah, terutama dalam pengembangan produk, promosi, pemasaran, serta perluasan jaringan usaha.
"UMKM merupakan salah satu kekuatan penting dalam perekonomian daerah, sekaligus berperan dalam membuka lapangan pekerjaan dan mendorong kemandirian masyarakat," ujar Roby seusai penandatanganan.
Menurut Roby, Pemkab Bintan terus mendorong pelaku UMKM agar tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga berkembang dan meningkatkan skala usaha. Penguatan daya saing diperlukan agar produk UMKM dapat menembus pasar yang lebih luas, baik di dalam negeri maupun pasar global.
Namun, ia mengakui pelaku UMKM masih menghadapi berbagai tantangan. Persoalan tersebut antara lain akses pembiayaan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, kualitas dan kemasan produk, pemasaran, digitalisasi, hingga keterbatasan akses pasar.
Bintan Siapkan Subsidi Bunga bagi Pelaku UMKM
Untuk membantu mengatasi persoalan pembiayaan, Pemkab Bintan bersama Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Bintan telah menjalankan program subsidi bunga bagi pelaku usaha mikro sejak 2022.
Hingga 2026, program tersebut telah mendapatkan dukungan anggaran dari APBD sebesar Rp6,05 miliar dan telah membantu lebih dari 1.000 pelaku usaha mikro dalam mengembangkan usahanya.
"Program ini juga akan dilanjutkan pada 2027," kata Roby.
Selain dukungan pembiayaan, Pemkab Bintan memberikan pelatihan dan pendampingan kepada pelaku UMKM. Langkah tersebut ditujukan agar pelaku usaha tidak hanya mampu menghasilkan produk berkualitas, tetapi juga dapat mengelola bisnis secara profesional dan memperluas pemasaran.
Roby menegaskan kerja sama dengan Pemkab Klaten bukan sekadar formalitas administratif. Menurutnya, PKS tersebut harus menjadi pintu masuk untuk memperluas jejaring dan menciptakan peluang ekonomi baru bagi pelaku UMKM.
Ia berharap produk UMKM Bintan nantinya semakin dikenal dan dapat dipasarkan di Klaten. Sebaliknya, produk unggulan UMKM Klaten diharapkan mampu menjangkau konsumen di Bintan.
"Kita dapat saling belajar dan membuka ruang untuk pertukaran informasi, peningkatan kapasitas, pengembangan produk, promosi, pemasaran, serta perluasan jejaring kemitraan UMKM," ujar Roby.
Klaten Siapkan Program Tindak Lanjut
Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo menyambut positif kerja sama tersebut. Menurutnya, kemitraan antara kedua pemerintah daerah dapat menjadi momentum untuk memperkuat UMKM sekaligus memperluas jaringan pemasaran produk unggulan.
Ia menilai kerja sama Bintan dan Klaten tidak hanya mempererat hubungan antarpemerintah daerah, tetapi juga harus memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat.
Melalui kolaborasi tersebut, pelaku UMKM diharapkan semakin kuat, mandiri, inovatif, dan memiliki kemampuan untuk menjangkau pasar yang lebih luas.
"Penandatanganan PKS ini akan segera ditindaklanjuti dalam bentuk program dan kegiatan konkret, sehingga manfaat kerja sama dapat dirasakan langsung oleh para pelaku UMKM di Bintan maupun Klaten," kata Hamenang. (*)
Editor : Putut Ariyo