Setelah 12 Hari Tutup akibat Pertalite Tercampur Solar, SPBU Km 16 Toapaya Kembali Buka

Slamet Nofasusanto • Dipublikasikan Selasa, 1 September 2026 | 21:01 WIB
Antrean pengendara motor mulai terlihat di SPBU yang berada di Jalan Raya Tanjungpinang-Tanjunguban Km 16 Toapaya, Selasa (1/9/2026). F.Slamet Nofasusanto/Batam Pos
Antrean pengendara motor mulai terlihat di SPBU yang berada di Jalan Raya Tanjungpinang-Tanjunguban Km 16 Toapaya, Selasa (1/9/2026). F.Slamet Nofasusanto/Batam Pos

batampos – SPBU Km 16 Toapaya, Kabupaten Bintan, kembali beroperasi setelah sempat tutup selama sekitar 12 hari akibat bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite tercampur solar.

SPBU yang berada di Jalan Raya Tanjungpinang-Tanjunguban Km 16, Kecamatan Toapaya, tersebut resmi kembali melayani konsumen pada Selasa (1/9/2026).

Pantauan di lokasi, antrean kendaraan roda dua mulai terlihat sejak SPBU kembali dibuka. Sejumlah pengendara tampak mengisi Pertalite seperti biasa.

Pengawas Shift Sore SPBU Km 16 Toapaya, Muhammad Ali, mengatakan penutupan dilakukan setelah ditemukan Pertalite di dalam tangki yang tercampur solar.

Pihak SPBU kemudian melakukan proses pembersihan tangki untuk memastikan tidak ada lagi BBM yang tercampur.

"Satu hari pembersihan tangki Pertalite, hari Kamis kemarin," kata Ali.

BBM yang telah tercampur juga ditarik dan diserahkan kepada Pertamina untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

"Setelah tangki dibersihkan, SPBU kembali dibuka hari ini," ujarnya.

Sediakan 24 KL Pertalite

Pada hari pertama kembali beroperasi, SPBU Km 16 Toapaya menyediakan sekitar 24 kiloliter (KL) Pertalite.

Jumlah tersebut disesuaikan dengan rata-rata penjualan harian yang biasanya berada di kisaran 20 hingga 23 KL.

Meski demikian, aktivitas penjualan pada hari pertama belum seramai biasanya.

"Hari ini penjualan Pertalite masih normal seperti biasa, mungkin karena banyak orang yang belum mengetahui SPBU sudah beroperasi kembali," ujar Ali.

Ia memastikan pihaknya akan memperketat pengawasan operasional untuk mencegah kejadian serupa kembali terjadi.

Berawal dari Keluhan Warga

Sebelumnya, sejumlah warga melaporkan kendaraan mereka mengalami masalah setelah mengisi Pertalite di SPBU Km 16 Bintan pada Kamis (20/8/2026).

Keluhan yang disampaikan warga beragam. Di antaranya mesin sepeda motor mengeluarkan asap, tarikan kendaraan terasa berat, hingga klep mengalami kebocoran.

Salah seorang warga Toapaya, Hendrik, mengaku sepeda motornya mulai mengalami masalah sehari setelah mengisi Pertalite di SPBU tersebut.

"Kamis kemarin isinya, Jumat masuk bengkel, klepnya bocor. Hari Jumat juga kami lihat SPBU itu tutup," ujar Hendrik, Selasa (25/8/2026).

Pengawas SPBU Km 16 Toapaya Shift Pagi, Sihabudi, sebelumnya menyebut insiden tersebut terjadi akibat kesalahan manusia (human error).

"Human error, kelalaian. Nanti ada sanksi dari atasan," kata Sihabudi, Kamis (27/8/2026).

Ia menjelaskan, kesalahan terjadi saat selang yang seharusnya dipasang menuju tangki solar justru terhubung ke tangki Pertalite.

Akibat kesalahan tersebut, sekitar 16 ribu liter Pertalite di SPBU Km 16 Toapaya tercampur solar.

Setelah proses pembersihan dan penanganan BBM yang tercampur selesai, SPBU kini kembali beroperasi dan melayani kebutuhan BBM masyarakat. (*)

Editor : Jamil Qasim
Pertalite Tercampur Solar SPBU Km 16 Toapaya