Kabut Asap Kepung Tambelan, Nelayan Terancam Kehilangan Arah di Laut

Slamet Nofasusanto • Dipublikasikan Rabu, 2 September 2026 | 13:08 WIB
Kabut asap kiriman dari Kalimantan menyelimuti Tambelan, Bintan. F.Kiriman Asmawi untuk Batam Pos.
Kabut asap kiriman dari Kalimantan menyelimuti Tambelan, Bintan. F.Kiriman Asmawi untuk Batam Pos.

batampos – Kabut asap kiriman yang diduga berasal dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan menyelimuti Kecamatan Tambelan, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau. Kondisi tersebut menyebabkan jarak pandang menurun drastis dan mulai mengganggu aktivitas transportasi laut maupun penerbangan.

Camat Tambelan, Asmawi, mengatakan kabut asap telah menyelimuti wilayahnya sejak pekan lalu dan intensitasnya terus meningkat dalam beberapa hari terakhir.

Menurutnya, asap yang terbawa angin dari Kalimantan kini menutupi sebagian besar wilayah Tambelan, termasuk kawasan Bandara Tambelan, Pelabuhan Sri Bentayan, serta perairan di sekitarnya.

"Jarak pandang sangat pendek, baik di bandara, Pelabuhan Sri Bentayan Tambelan, maupun di laut. Semuanya tertutup kabut asap tebal. Kondisi ini sudah kami laporkan kepada kepala daerah," kata Asmawi.

Ia menjelaskan, kelompok masyarakat yang paling terdampak adalah para nelayan. Selain kabut asap yang membatasi jarak pandang, mereka juga harus menghadapi kondisi cuaca berupa gelombang tinggi dan angin kencang.

Situasi tersebut dinilai meningkatkan risiko kecelakaan di laut karena nelayan berpotensi kehilangan arah saat melaut.

"Kami mengimbau seluruh nelayan agar lebih berhati-hati ketika melaut. Kabut asap yang tebal sangat berbahaya dan dapat membuat mereka kehilangan orientasi di tengah laut," ujarnya.

Selain mengingatkan nelayan, Pemerintah Kecamatan Tambelan juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran hutan maupun lahan yang berpotensi memperburuk kondisi kualitas udara.

Sebagai langkah pencegahan, pemerintah kecamatan telah memasang sejumlah spanduk larangan pembakaran hutan dan lahan di berbagai titik sejak jauh hari.

"Kami terus mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Spanduk imbauan larangan karhutla juga sudah kami pasang sebelumnya," kata Asmawi.

Pemerintah daerah terus memantau perkembangan kabut asap di Tambelan dan mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi pengguna transportasi laut serta warga yang beraktivitas di luar ruangan. (*) 

Editor : Putut Ariyo
bintan kepulauan riau tambelan karhutla kabut asap