batampos — Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Bintan, Dato Syahri, meminta Dinas Pendidikan (Disdik) Bintan turun tangan menyikapi kasus kekerasan yang melibatkan pelajar SMP di Bintan. Ia menilai kejadian tersebut tidak boleh dibiarkan terulang.
"Disdik harus turun tangan. Para pendidik juga perlu diarahkan untuk melakukan pencegahan sejak dini apabila ada indikasi awal yang berpotensi pada pengeroyokan," ujar Syahri, Kamis (3/9/2026).
Syahri menilai perlu dilakukan evaluasi terhadap berbagai kejadian yang muncul di sekitar lingkungan anak. Menurutnya, penguatan pendidikan karakter di sekolah menjadi salah satu langkah penting untuk mencegah perilaku kekerasan di kalangan pelajar.
"Kita harus kuatkan pendidikan karakter siswa agar mereka tidak memiliki sifat-sifat seperti preman," katanya.
Ia juga mengingatkan bahwa pengawasan terhadap perilaku siswa tidak cukup hanya dilakukan di lingkungan sekolah. Peran keluarga, masyarakat, pemerintah, serta pihak terkait lainnya dinilai penting untuk mencegah kasus serupa kembali terjadi.
"Kami minta dinas menjadikan kasus ini sebagai atensi. Perlu ada bimbingan dari semua pihak agar tidak ada lagi kekerasan seperti itu," pungkas Syahri.
Sebelumnya, seorang pelajar SMP berinisial RV, 13, diduga menjadi korban pengeroyokan di Taman Kota Seri Kuala Lobam, Jalan Indunsuri, Kelurahan Teluk Lobam, Kecamatan Seri Kuala Lobam, Bintan.
Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (27/8/2026) sekitar pukul 20.00 WIB. Rekaman aksi kekerasan itu kemudian beredar dan viral di media sosial.
Dalam video yang beredar, RV terlihat mendapat tendangan dan pukulan berulang kali dari sejumlah orang.
Bagian kepala dan wajah pelajar tersebut juga tampak menjadi sasaran kekerasan. Kasus tersebut menjadi perhatian karena melibatkan anak di bawah umur dan terjadi di ruang publik. (*)
Editor : Jamil Qasim