batampos – Kondisi jalan lingkar laut atau pelantar di Kecamatan Tambelan, Kabupaten Bintan, semakin memprihatinkan. Jalan beton yang membentang di pesisir tersebut banyak mengalami kerusakan, mulai dari berlubang hingga sejumlah bagian yang putus.
Jalan yang dibangun Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepulauan Riau (Kepri) pada 2007 itu disebut belum pernah mendapat pemeliharaan maupun perbaikan sejak pertama kali dibangun.
Padahal, jalan tersebut menjadi akses vital yang menghubungkan empat desa dan satu kelurahan di Pulau Tambelan.
Camat Tambelan Asmawi membenarkan kondisi jalan lingkar laut tersebut kini semakin parah. Menurutnya, kerusakan dikhawatirkan membahayakan keselamatan warga yang setiap hari menggunakan akses tersebut.
"Jalan yang dibangun sejak 2007 dari anggaran APBD Kepri sama sekali belum pernah mendapat anggaran pemeliharaan atau perbaikan. Saat ini kondisinya sudah sangat parah, tinggal menunggu ambruk saja," kata Asmawi, Jumat (11/9/2026).
Harapan perbaikan sebenarnya sempat muncul setelah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bintan meninjau langsung kondisi jalan tersebut pada pertengahan Juni 2025.
Saat itu, perbaikan disebut akan diupayakan melalui APBD Perubahan 2025 atau APBD Murni 2026. Namun, hingga kini perbaikan belum terealisasi.
Selama kerusakan terus terjadi, pihak kecamatan bersama Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimca) dan masyarakat hanya mengandalkan gotong royong untuk melakukan penanganan sementara.
Setiap kali ditemukan bagian jalan yang berlubang atau putus, warga bersama pihak kecamatan berupaya memperbaikinya secara swadaya.
"Kami hanya bisa bahu membahu gotong royong. Kalau dibiarkan terus seperti ini, khawatir makan korban," ujarnya.
Asmawi menduga salah satu kendala dalam penganggaran perbaikan adalah status aset jalan tersebut yang belum jelas.
Menurut dia, jalan lingkar laut itu hingga kini belum tercatat sebagai aset Pemkab Bintan dan juga tidak masuk dalam Surat Keputusan (SK) jalan kabupaten.
"Tidak tahu apakah aset kabupaten atau provinsi. Saya rasa ini yang menjadi kendala ketika mau dianggarkan," pungkasnya.
Kondisi tersebut membuat masyarakat Tambelan berharap pemerintah segera menentukan status aset sekaligus mengambil langkah perbaikan. Sebab, kerusakan jalan yang terus dibiarkan berpotensi mengganggu mobilitas warga dan membahayakan pengguna jalan.
Alternatif judul:
-
19 Tahun Tak Pernah Dipelihara, Jalan Lingkar Laut Tambelan Nyaris Ambruk
-
Jalan Lingkar Laut Tambelan Rusak Parah, 19 Tahun Tanpa Pemeliharaan
-
Dibangun 2007, Jalan Lingkar Laut Tambelan Kini Putus dan Berlubang
-
Jalan Penghubung 5 Wilayah di Tambelan Rusak Parah, Warga Gotong Royong
-
Nasib Jalan Lingkar Laut Tambelan, Dibangun 19 Tahun Lalu Kini Tinggal Menunggu Ambruk
-
Status Aset Tak Jelas, Jalan Lingkar Laut Tambelan 19 Tahun Tanpa Perbaikan