batampos – Memperingati World Cleanup Day yang jatuh pada 20 September, Bintan Resorts menggelar aksi bersih pantai di Pantai Kampung Baru, Desa Sebong Lagoi, Bintan, Jumat (18/9).
Kegiatan tersebut melibatkan sekitar 100 peserta yang terdiri dari perwakilan hotel operator, karyawan di kawasan Bintan Resorts, serta masyarakat Kampung Baru.
Kepala Pengelola Lingkungan Bintan Resorts Ray Manaek Tobing mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap persoalan sampah sekaligus mendorong tanggung jawab bersama dalam menjaga lingkungan.
"Kita semua memiliki tanggung jawab untuk menjaga lingkungan," ujarnya.
Menurut Ray, Kampung Baru dipilih karena merupakan kampung nelayan yang berada di kawasan wisata terpadu Bintan Resorts. Dengan demikian, edukasi mengenai lingkungan dapat dilakukan secara langsung bersama masyarakat.
Dalam aksi tersebut, peserta menemukan berbagai jenis sampah, tidak hanya di permukaan pantai, tetapi juga yang telah tenggelam dan tertanam di dalam pasir. Sampah yang ditemukan antara lain tali, karung goni, pecahan kaca, hingga botol plastik.
Sebelum aksi bersih pantai dimulai, General Manager Infrastruktur & Operations Bintan Resorts Prakash Nair menyerahkan 85 kilogram sampah botol plastik kepada Bank Sampah Desaku di Desa Sebong Lagoi.
Sampah tersebut berasal dari berbagai aktivitas di kawasan Bintan Resorts, mulai dari kegiatan dan event, hotel, restoran, penghuni kawasan, hingga aktivitas lainnya.
Bank Sampah Desaku Sebong Lagoi merupakan bagian dari program pemberdayaan masyarakat yang diinisiasi Bintan Resorts sejak 2024.
Sampah yang terkumpul dari kegiatan bersih pantai selanjutnya akan dikelola menjadi produk bernilai ekonomi. Salah satunya botol plastik yang dicacah untuk kemudian diolah menjadi bahan baku.
Ray mengatakan, keterlibatan berbagai pihak menjadi bagian penting dalam menjaga kawasan Bintan Resorts yang memiliki luas sekitar 23.000 hektare atau setara sepertiga luas negara Singapura. Dari luasan tersebut, sekitar 19.000 hektare telah dikembangkan dengan garis pantai mencapai kurang lebih 42,3 kilometer.
Selain pengelolaan sampah, Bintan Resorts juga menjalankan sejumlah program lingkungan lainnya. Di antaranya penanaman bibit mangrove untuk membantu melindungi garis pantai dan mendukung habitat laut.
Program konservasi penyu hijau juga dilakukan melalui pengumpulan dan pemantauan inkubasi telur hingga pelepasan tukik ke laut setelah menetas.
Ia menegaskan, Bintan Resorts akan terus mendorong kepedulian dan tanggung jawab bersama terhadap lingkungan dengan melibatkan masyarakat dan berbagai pemangku kepentingan.
"Menjaga destinasi wisata bukan hanya memastikan lingkungan tetap bersih, tetapi juga membangun kesadaran bahwa setiap orang memiliki peran keberlanjutannya," pungkasnya. (*)
Editor : Jamil Qasim