Ronny Kartika Soroti Pasokan Bauksit dalam Rakor Pertumbuhan Ekonomi Bersama Kemendagri

Slamet Nofasusanto • Dipublikasikan Rabu, 23 September 2026 | 16:01 WIB
Sekda Bintan, Ronny Kartika mengikuti rakor secara virtual bersama Kemendagri RI, Selasa (22/9/2026). F. Zoko untuk Batam Pos
Sekda Bintan, Ronny Kartika mengikuti rakor secara virtual bersama Kemendagri RI, Selasa (22/9/2026). F. Zoko untuk Batam Pos

batampos - Keberlanjutan operasional Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Galang Batang menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bintan. Salah satu persoalan yang disoroti adalah ketersediaan pasokan bahan baku bauksit untuk mendukung aktivitas industri di kawasan tersebut.

Persoalan itu disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Bintan Ronny Kartika dalam Rapat Koordinasi Pengawalan dan Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Daerah bersama Inspektur Jenderal Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI, Selasa (22/9/2026).

Ronny mengikuti rapat koordinasi tersebut secara virtual dari Ruang Media Center Kantor Bupati Bintan, Bintan Buyu.

Ia mengatakan, Pemkab Bintan membutuhkan dukungan dan solusi bersama dari pemerintah pusat terkait pemanfaatan stokpile bauksit yang masih tersedia di wilayah Bintan.

Menurut Ronny, ketersediaan bahan baku menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga keberlanjutan operasional KEK Galang Batang.

"Kami berharap ada dukungan dan solusi bersama dari pemerintah pusat terkait pemanfaatan stokpile bauksit yang masih terdapat di Bintan," ujar Ronny.

Di sisi lain, Pemkab Bintan terus memperkuat strategi pertumbuhan ekonomi daerah. Ronny menyebut Tim Pertumbuhan Ekonomi telah dibentuk sejak 2025 dan terus diperkuat pada 2026.

Tim tersebut diarahkan untuk mengolah data dan potensi daerah menjadi program serta aksi nyata yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi.

"Dari data menjadi aksi, dari aksi menuju arah pertumbuhan ekonomi. Ini yang terus kami dorong di Kabupaten Bintan," katanya.

Dalam rakor tersebut, Ronny juga memaparkan sejumlah potensi strategis Bintan. Kabupaten tersebut berada di jalur Selat Malaka dan Selat Singapura serta berhadapan langsung dengan Singapura dan Malaysia.

Potensi yang dimiliki Bintan mencakup sektor pariwisata, industri, perdagangan dan jasa, pertanian, perikanan, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), hingga ekonomi kreatif.

Potensi tersebut diharapkan dapat terus dikembangkan untuk menarik investasi sekaligus mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah.

Pemkab Bintan menilai keberlanjutan KEK Galang Batang menjadi salah satu bagian penting dalam upaya mendorong aktivitas industri dan investasi di daerah. Karena itu, persoalan ketersediaan bahan baku bauksit membutuhkan koordinasi dan solusi lintas pemerintah.gaya headline berita daerah. (*)

Editor : Jamil Qasim
Pasokan Bauksit KEK Galang Batang