Hal tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Pengawalan dan Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Daerah bersama Inspektur Jenderal Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI, Selasa (22/9/2026).
Sekretaris Daerah (Sekda) Bintan Ronny Kartika mengikuti rapat koordinasi tersebut secara virtual dari Ruang Media Center Kantor Bupati Bintan, Bintan Buyu.
Ronny mengatakan, Pemkab Bintan berharap adanya dukungan dan solusi bersama dari pemerintah pusat terkait pemanfaatan stokpile bauksit yang masih tersedia di Bintan.
Menurut dia, ketersediaan bahan baku menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga keberlanjutan operasional KEK Galang Batang.
"Keberlanjutan KEK Galang Batang ini menjadi perhatian kami, khususnya terkait kebutuhan pasokan bahan baku bauksit. Kami berharap ada solusi bersama dari pemerintah pusat terkait stokpile yang masih ada di Bintan," ujar Ronny.
Di sisi lain, Ronny menyampaikan bahwa Pemkab Bintan telah membentuk Tim Pertumbuhan Ekonomi sejak 2025. Tim tersebut terus diperkuat pada 2026 untuk mengubah data dan potensi daerah menjadi langkah konkret dalam mendorong pertumbuhan ekonomi.
"Dari data menjadi aksi, dari aksi menuju arah pertumbuhan ekonomi. Ini yang terus kami dorong di Kabupaten Bintan," katanya.
Ronny juga memaparkan sejumlah potensi strategis Bintan yang berada di jalur Selat Malaka dan Selat Singapura serta berhadapan langsung dengan Singapura dan Malaysia.
Potensi tersebut mencakup sektor pariwisata, industri, perdagangan dan jasa, pertanian, perikanan, usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), hingga ekonomi kreatif.
Menurut Ronny, berbagai potensi tersebut perlu terus dikembangkan untuk menarik investasi sekaligus mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah.(*)
Editor : Cipi Ckandina