Tropical Night Run Bintan Diikuti 600 Pelari, Catat Rekor MURI

Slamet Nofasusanto • Dipublikasikan Minggu, 27 September 2026 | 13:45 WIB
Para pelari memeriahkan event Tropical Night Run di Kawasan Bintan Industrial Estate (BIE) pada Sabtu (26/9/2026). F. Slamet Nofasusanto/Batam Pos
Para pelari memeriahkan event Tropical Night Run di Kawasan Bintan Industrial Estate (BIE) pada Sabtu (26/9/2026). F. Slamet Nofasusanto/Batam Pos

batampos – Sebanyak 600 pelari meramaikan Tropical Night Run di kawasan Bintan Industrial Estate (BIE), Sabtu (26/9/2026) malam. Gelaran tahun kedua tersebut sekaligus mencatatkan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) melalui pengumpulan lebih dari 5 ribu bibit mangrove.

Para pelari datang dari berbagai daerah, mulai Batam, Tanjungpinang, Tanjunguban, Lobam, hingga Lagoi. Tahun ini, panitia membuka dua kategori lomba, yakni 5 kilometer dan 10 kilometer, dengan rute yang membawa peserta mengelilingi kawasan industri, baik di dalam maupun luar area BIE.

Di antara ratusan peserta, terdapat Nicho, pelajar Tunas Bangsa. Ia berhasil finis di posisi ke-10. Bagi Nicho, Tropical Night Run merupakan event lari kedua yang diikutinya.

Peserta lainnya, Syafa Nabila Saepudin, karyawan PT CCI Lobam, justru baru pertama kali mengikuti lomba lari. Ia memilih kategori 5 kilometer.

“Ini pertama kali ikut event lari. Saya ikut karena sebelumnya acaranya seru, jadi penasaran ingin coba,” ujar Syafa yang mencatat waktu 49 menit.

Untuk mempersiapkan diri, Syafa rutin berlatih sepulang kerja. Ia juga sempat menjajal rute yang digunakan dalam perlombaan.

Sementara itu, aksi unik ditampilkan Jaswan, pelari asal Lagoi. Ia menyelesaikan rute 5 kilometer dengan mengenakan kostum yang menggambarkan orang dengan gangguan jiwa sembari memanggul karung sampah.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepulauan Riau Hasan mengapresiasi penyelenggaraan Tropical Night Run. Menurut dia, semakin banyaknya event lari memberikan dampak positif bagi masyarakat, khususnya dalam mendorong pola hidup sehat.

Hasan juga mengapresiasi konsep ramah lingkungan yang diusung panitia. Salah satunya melalui pembuatan medali dari limbah plastik yang telah didaur ulang.

“Ini menarik, plastik bekas bisa didaur ulang dan disulap menjadi medali,” ujarnya.

Ia berharap kegiatan serupa terus digelar. Selain mendorong masyarakat aktif berolahraga, event seperti itu dinilai berpotensi menggerakkan perekonomian daerah.

General Manager PT Bintan Inti Industrial Estate (BIIE) Aditya Laksamana mengatakan Tropical Night Run tidak sekadar menjadi ajang olahraga.

“Sebagai pengelola kawasan, kami tidak hanya mengembangkan industri, tapi juga mengajak masyarakat terutama para karyawan untuk hidup sehat dengan membiasakan diri berolahraga,” ujarnya.

Pada penyelenggaraan tahun ini, BIIE juga menerima penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) atas rekor pengumpulan bibit mangrove terbanyak dalam penyelenggaraan ajang lari.

Setiap pelari menyumbangkan 10 bibit mangrove. Bibit tersebut selanjutnya akan ditanam di area konservasi mangrove BIE, Busung, dalam dua pekan mendatang.

“Salah satu program kami adalah menjaga kelestarian lingkungan terutama mangrove. Di event ini kami akan menanam lebih dari 5 ribu bibit mangrove hasil donasi dari para pelari,” pungkas Aditya. (*)

Editor : M Tahang
Tropical Night Run Bintan Rekor MURI bibit mangrove