batampos – Warga di 13 desa di Kabupaten Bintan diingatkan tidak mudah tergiur iming-iming dalam menentukan pilihan pada Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Bintan Firman Setyawan mengatakan, masa jabatan kepala desa yang mencapai delapan tahun membuat masyarakat perlu mempertimbangkan secara matang calon yang akan dipilih.
Karena itu, meski tahapan kampanye belum dimulai, masyarakat diminta mulai mengenali program kerja serta visi dan misi masing-masing calon kepala desa.
"Silakan pelajari program kerjanya, visi misinya dan apa yang akan dimajukan calon kades di desa delapan tahun ke depan. Waktunya lama, delapan tahun untuk kades. Jadi pelajari betul-betul untuk kemajuan desa, jangan hanya diiming-imingi sesuatu," ujar Firman.
Menurutnya, Pilkades bukan sekadar momentum memilih pemimpin untuk periode singkat. Kepala desa nantinya akan memiliki waktu yang cukup panjang untuk menjalankan program pembangunan dan pelayanan masyarakat di desanya.
Firman juga mengajak seluruh masyarakat menjadikan Pilkades sebagai pesta demokrasi di tingkat desa yang berlangsung aman, damai, dan tertib.
"Mudah-mudahan kita dapat memilih pemimpin yang sesuai hati nurani kita," pungkasnya.
DPS Perbaikan Capai 27.729 Pemilih
Di sisi lain, tahapan Pilkades serentak di 13 desa terus berjalan. Panitia Pilkades telah melaksanakan perbaikan Daftar Pemilih Sementara (DPS) selama tiga hari, mulai 24 hingga 27 September 2026.
Berdasarkan data sementara hingga 24 September 2026, jumlah DPS hasil perbaikan tercatat sekitar 27.729 jiwa dari total Data Penduduk Potensi Pemilih (DP4) sekitar 28.759 jiwa.
Desa Teluk Sasah, Kecamatan Seri Kuala Lobam, tercatat memiliki jumlah pemilih terbanyak, yakni sekitar 6.301 jiwa.
Berikutnya Desa Toapaya Selatan, Kecamatan Toapaya, dengan sekitar 5.123 jiwa, Desa Sebong Lagoi, Kecamatan Teluk Sebong, sekitar 2.997 jiwa, Desa Gunung Kijang, Kecamatan Gunung Kijang, sekitar 2.134 jiwa, dan Desa Bintan Buyu, Kecamatan Teluk Bintan, sekitar 2.086 jiwa.
Selanjutnya, Desa Kelong tercatat sekitar 1.777 jiwa, Desa Penaga 1.565 jiwa, Desa Busung 1.273 jiwa, Desa Toapaya Utara 1.212 jiwa, Desa Pangkil 1.020 jiwa, Desa Kampung Hilir 1.009 jiwa, dan Desa Tembeling sekitar 975 jiwa.
Sementara jumlah pemilih paling sedikit tercatat di Desa Pulau Mentebung, Kecamatan Tambelan, yakni sekitar 257 jiwa.
Data tersebut masih merupakan hasil tahapan perbaikan DPS dan dapat mengalami perubahan sesuai proses pemutakhiran daftar pemilih oleh panitia Pilkades. (*)
Editor : Jamil Qasim