Batik Motif Otak-otak Bintan Curi Perhatian di Kriyanusa 2026

Slamet Nofasusanto • Dipublikasikan Selasa, 29 September 2026 | 11:00 WIB

 

Ketua Dekranasda Bintan, Hafizha Rahmadhani tampil membawa batik bermotif otak-otak di Parade Ketua Dekranasda Kabupaten/Kota di Pameran Kriyanusa 2026, Jakarta International Convention Center (JICC) Jakarta Pusat, Senin (28/9/2026). F. Zoko untuk Batam Pos.
Ketua Dekranasda Bintan, Hafizha Rahmadhani tampil membawa batik bermotif otak-otak di Parade Ketua Dekranasda Kabupaten/Kota di Pameran Kriyanusa 2026, Jakarta International Convention Center (JICC) Jakarta Pusat, Senin (28/9/2026). F. Zoko untuk Batam Pos.

batampos - Batik bermotif otak-otak khas Bintan yang ditampilkan Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Bintan, Hafizha Rahmadhani, mencuri perhatian dalam Parade Ketua Dekranasda Kabupaten/Kota pada Pameran Kriyanusa 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Jakarta Pusat, Senin (28/9/2026).

Hafizha tampil di panggung utama Hall B mengenakan busana kasual berbahan batik dengan motif otak-otak khas Bintan.

Motif tersebut menjadi pembeda di antara wastra daerah lainnya yang didominasi motif pakem. Batik ini terinspirasi dari salah satu kuliner khas Bintan, yakni otak-otak yang terbuat dari olahan ikan dan dibungkus dengan daun kelapa.

Batik motif otak-otak tersebut dikembangkan dalam dua karakter. Pertama, perpaduan motif otak-otak dengan stilasi ikan yang merepresentasikan laut sebagai sumber pangan masyarakat pesisir.

Kedua, perpaduan motif otak-otak dengan stilasi ilalang yang menggambarkan alam daratan, nilai ketahanan, serta kemampuan untuk terus tumbuh dan beradaptasi.

"Melalui wastra ini, kita ingin membawa cerita tentang Bintan. Bukan hanya tentang keindahan kainnya, tetapi juga tentang kuliner, kekayaan laut, alam, tradisi, dan kehidupan masyarakat yang menjadi bagian dari identitas daerah," kata Hafizha.

Menurut Hafizha, batik motif otak-otak merepresentasikan kedekatan masyarakat Bintan dengan alam serta hubungan antara manusia, alam, dan lingkungan.

Melalui motif tersebut, kekayaan laut dan lingkungan sekitar diolah, diwariskan, kemudian dihadirkan dalam kehidupan masyarakat melalui karya wastra.

Ia berharap keikutsertaan Bintan dalam Kriyanusa 2026 dapat semakin memperkenalkan wastra dan produk kriya daerah. Selain itu, ajang tersebut diharapkan membuka ruang bagi para perajin dan pelaku UMKM untuk memperluas jejaring sekaligus menjangkau pasar yang lebih luas. (*)

Editor : Cipi Ckandina
bintan Motif otak-otak batik