batampos - Lima kru KM Alfero Putra selamat setelah kapal kargo yang mereka tumpangi karam usai menghantam batu karang di Perairan Pulau Hantu, Kecamatan Gunung Kijang, Bintan, Senin (28/9/2026) sore.
Kapal yang dinakhodai Said Tasrin, 51, itu baru sekitar 45 menit berlayar dari Pelabuhan Rakyat Reno Kijang, Kecamatan Bintan Timur, menuju Kecamatan Jemaja, Kabupaten Kepulauan Anambas.
Selain nakhoda, empat kru lainnya yakni Muhammad, 20, Abu Bakar Umar, 27, Hermansyah, 27, dan Yudi, 39, berada di atas kapal saat kejadian.
Kasi Humas Polres Bintan AKP HP Bako mengatakan, KM Alfero berangkat sekitar pukul 17.00 WIB dengan mengikuti alur berdasarkan GPS. Namun, sekitar pukul 17.45 WIB, kapal menghantam batu karang di koordinat 0°54.630’N dan 104°41.087’E, atau sekitar satu mil laut dari Pulau Hantu, depan PT BAI.
“Benturan keras membuat lambung kapal pecah dan air laut masuk dengan cepat,” kata Bako, Selasa (29/9/2026) malam.
Baca Juga: Dinkes Imbau Warga Waspadai Risiko ISPA
Menurut Bako, nakhoda segera menghubungi pengurus kapal untuk meminta bantuan. Sekitar satu jam kemudian, KM Sinar Laut tiba di lokasi dan membantu memindahkan muatan. Selanjutnya, KM Kenzo Harvent menyusul sekitar 30 menit kemudian.
“Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini,” ujar Bako.
Meski seluruh kru selamat, kerugian akibat kejadian tersebut ditaksir mencapai Rp3 miliar berdasarkan keterangan nakhoda.
Bangkai kapal masih berada di lokasi dan menunggu proses evakuasi. Polisi juga berkoordinasi dengan pemilik kapal untuk proses tersebut sekaligus melakukan pengamanan guna mengantisipasi penjarahan muatan.
“Kami masih berkoordinasi dengan pemilik kapal untuk evakuasi kapal, sambil melakukan pengamanan untuk mengantisipasi penjarahan muatan,” pungkasnya. (*)
Editor : Yofi Yuhendri