batampos - Sebuah ruko yang dijadikan gudang penyimpanan motor kecil (mocil) di Kompleks Sevenland, Jalan Indunsuri, Tanjunguban, Kecamatan Bintan Utara, terbakar pada Minggu (11/10/2026) pagi. Kebakaran tersebut menyebabkan sejumlah barang di dalam ruko hangus, dengan kerugian ditaksir mencapai Rp10 juta.
Kebakaran pertama kali diketahui sekuriti kompleks, Melianus Kolin, 49. Saat menjalankan piket pagi, ia mendengar suara letupan kecil dari dalam ruko.
“Sekuriti yang sedang piket pagi itu mendengar suara meletup-letup,” kata Kepala UPT Pemadam Kebakaran (Damkar) Tanjunguban, Panyodi.
Melianus kemudian memeriksa sumber suara dan mendapati asap keluar dari jendela lantai dua ruko. Ia sempat mencari penjaga ruko, tetapi tidak menemukannya. Melianus kemudian bergegas ke kantor pemadam kebakaran untuk melaporkan kejadian tersebut.
Menerima laporan itu, petugas Damkar langsung bergerak ke lokasi. Namun, upaya masuk ke dalam ruko sempat terkendala karena pintu depan dan belakang dalam keadaan terkunci.
“Kita sempat mau masuk lewat jendela lantai dua, tapi kita khawatir kalau api di lantai satu sudah membesar, jadi kita batalkan,” ujar Panyodi.
Setelah mendapat izin dari pihak keamanan kompleks, petugas akhirnya mendobrak pintu belakang untuk masuk ke dalam ruko. Saat itu, asap telah memenuhi seluruh ruangan hingga lantai dua.
Petugas kemudian menyelamatkan sejumlah barang yang masih bisa dievakuasi, termasuk beberapa unit mocil, sebelum melakukan pemadaman.
“Pemadaman kurang lebih 10 menit,” katanya.
Panyodi menjelaskan, barang-barang yang terbakar didominasi material mudah terbakar, seperti kursi plastik, tumpukan kain, dan plastik. Selain itu, sejumlah peralatan, di antaranya delapan baterai cadangan, gerinda, dan kompresor, turut terdampak kebakaran.
“Ada delapan buah baterai yang terbakar,” ungkapnya.
Hingga kini, penyebab kebakaran belum diketahui. Berdasarkan keterangan penjaga ruko, tidak ada aktivitas pengisian daya baterai sebelum kejadian.
“Kalau kerugian akibat kebakaran ditaksir sekitar Rp10 juta,” pungkas Panyodi. (*)
Editor : Yofi Yuhendri