batampos – Pemadaman listrik total atau blackout akibat gangguan sistem interkoneksi Batam-Bintan melumpuhkan aktivitas produksi Sentra Fashion Seri Kuala Lobam. Sentra produksi pakaian yang berada di Jalan Raya Busung, Kelurahan Teluk Lobam, Kecamatan Seri Kuala Lobam, itu sudah dua hari tidak beroperasi.
Manager Pemasaran Sentra Fashion Seri Kuala Lobam, Indra, mengatakan aktivitas produksi terhenti sejak Senin (12/10). Hingga Selasa (13/10), kegiatan produksi belum dapat kembali berjalan normal.
“Dari Senin kemarin sampai hari ini tidak beroperasi,” kata Indra saat ditemui, Selasa (13/10).
Ia menjelaskan, hampir seluruh tahapan produksi pakaian, mulai dari pemotongan bahan (cutting) hingga penyelesaian akhir (finishing), bergantung pada pasokan listrik. Hanya setrika uap yang masih dapat digunakan karena menggunakan gas.
“Mulai dari cutting sampai finishing membutuhkan listrik, kecuali setrika uap menggunakan gas,” ujarnya.
Terhentinya aktivitas produksi membuat jadwal pengerjaan menjadi berantakan. Sejumlah pesanan pun terancam terlambat diselesaikan karena proses produksi tidak berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
“Produksi yang sudah ada schedule-nya jadi berantakan,” katanya.
Indra memperkirakan kerugian usaha dapat mencapai ratusan juta rupiah apabila pemadaman berlangsung hingga tiga hari. Besarnya dampak tersebut tidak terlepas dari terhentinya proses produksi dan terganggunya penyelesaian pesanan pelanggan.
Ia berharap pasokan listrik segera pulih agar kegiatan produksi dapat kembali berjalan dan pesanan selesai tepat waktu.
Warga Antre Membeli Air Galon
Dampak pemadaman listrik juga dirasakan masyarakat. Antrean panjang warga yang membeli air galon terlihat di Desa Teluk Sasah, Kecamatan Seri Kuala Lobam, serta di Jalan Permaisuri, Tanjunguban.
Kondisi tersebut menambah dampak gangguan listrik terhadap aktivitas masyarakat, tidak hanya pada sektor usaha dan industri, tetapi juga kebutuhan sehari-hari warga. (*)