Puluhan Ribu Stel Seragam Sekolah Dipesan, Penjahit Lokal Bintan Belum Dilibatkan

Slamet Nofasusanto • Dipublikasikan Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:43 WIB
Salah satu penjahit sedang mengerjakan pesanan di Sentra Industri Fashion Seri Kuala Lobam, Bintan. F.Slamet Nofasusanto/Batam Pos
Salah satu penjahit sedang mengerjakan pesanan di Sentra Industri Fashion Seri Kuala Lobam, Bintan. F.Slamet Nofasusanto/Batam Pos

 

batampos - Program pembagian seragam sekolah gratis Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bintan setiap tahun menjadi peluang bagi pelaku usaha konveksi lokal. Namun, Sentra Industri Fashion Seri Kuala Lobam yang menaungi sekitar 100 penjahit mahir justru belum pernah dilibatkan dalam pengadaan seragam tersebut.

Padahal, sentra fashion yang berdiri sejak Februari 2025 itu telah dilengkapi gedung dan peralatan menjahit. Para penjahit yang tergabung di dalamnya juga memiliki pengalaman di industri garmen.

Ketua Sentra Industri Fashion Seri Kuala Lobam, Budianto, mengatakan sekitar 100 penjahit di sentra tersebut merupakan warga lokal yang tergabung dalam koperasi khusus penjahit di Kecamatan Seri Kuala Lobam.

“Semua penjahitnya warga lokal, dari Kecamatan Seri Kuala Lobam. Sebagian besar adalah mantan pekerja garmen di Kawasan Industri Lobam, jadi soal kemampuan menjahit tidak diragukan lagi,” ujar Budi, Minggu (18/10).

Sejak berdiri, sentra fashion tersebut telah menerima pesanan seragam dari sejumlah perusahaan dan instansi di Bintan. Namun, untuk pengadaan seragam sekolah gratis yang dibagikan pemerintah daerah setiap tahun, mereka belum pernah mendapat pesanan.

Padahal, jumlah seragam yang dibutuhkan cukup besar. Berdasarkan data terakhir, sekitar 6.434 siswa baru jenjang TK, SD/MI, dan SMP/MTs menerima masing-masing lima stel seragam sekolah lengkap dengan sepatu dan tas.

Baca Juga: Patroli KRYD Polsek Bintan Timur Sasar Lokasi Rawan Narkoba

Dengan jumlah tersebut, kebutuhan seragam sekolah diperkirakan mencapai 32.170 stel setiap tahun.

Budi mengaku mendapat informasi bahwa pengadaan seragam sekolah tersebut dilakukan dari luar daerah. Meski memahami bahwa keputusan pemesanan merupakan hak pihak terkait, ia berharap penjahit lokal turut mendapat kesempatan.

“Katanya memang pesan di luar kota. Itu memang hak mereka. Cuma harapan kami, kalau boleh, kasih kami satu stel saja. Dapat satu stel saja sudah bersyukur sekali kami, supaya ekonomi masyarakat sini juga jalan,” katanya.

Menurut Budi, sejauh ini baru Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perindustrian Perdagangan (DKUPP) Bintan yang memesan seragam kerja atau pakaian dinas di sentra fashion tersebut. Hal ini sejalan dengan status sentra yang berada di bawah binaan DKUPP Bintan.

Sementara itu, pesanan dari organisasi perangkat daerah (OPD) lainnya belum ada. Budi berharap ke depan semakin banyak OPD yang memanfaatkan jasa penjahit lokal di Seri Kuala Lobam.

“Dari OPD lainnya belum ada yang pesan di sini. Mudah-mudahan ke depan ada OPD lainnya yang pesan di sini,” pungkasnya. (*)

Editor : Yofi Yuhendri
penjahit lokal bintan Seri Kuala Lobam seragam sekolah gratis Sentra Industri Fashion