batampos - Mixue mengambil langkah besar dengan menutup ratusan gerai di pasar internasional. Kebijakan ini dilakukan di tengah popularitas brand tersebut yang terus berkembang di berbagai negara.
Penutupan ini tercatat dalam laporan bisnis terbaru perusahaan yang menunjukkan adanya pengurangan sekitar 428 outlet di luar Tiongkok.
Negara - negara Asia Tenggara seperti Indonesia dan Vietnam disebut menjadi wilayah yang paling terdampak dalam kebijakan ini.
Tujuan penutupan outlet adalah menciptakan operasional yang berkelanjutan, stabil, dan berorientasi jangka panjang.
Mixue memperluas jangkauannya ke negara lain seperti Amerika Serikat dan Kazakhstan. Perusahaan juga membuka gerai pertamanya di Malaysia dan Thailand dengan merek berbeda, yaitu Lucky Cup.
Baca Juga: Harga Minyak Goreng Melambung, PASPI: Dipicu Lonjakan Harga Plastik
Mixue memiliki kehadiran global dengan total 59.823 gerai. Sebagian besar 55.356 outlet berada di Tiongkok.
Indonesia dan Vietnam menjadi dua pasar luar negeri terbesar bagi perusahaan. September 2024, Mixue memiliki 1.304 gerai di Vietnam berdasarkan dokumen yang diajukan untuk Initial Public Offering (IPO) di Hong Kong pada awal 2025.
Perusahaan ingin memastikan setiap outlet mampu memberikan kinerja yang lebih baik. Mixue berupaya menciptakan sistem operasional yang lebih efisien dan berkelanjutan di tengah persaingan industri minuman global yang semakin ketat.
Mixue menyatakan akan terus memperluas kehadirannya di Asia Tenggara dengan memperkuat jaringan mitra waralaba di kawasan tersebut.
Keputusan Mixue menutup 428 gerai bukan menunjukkan penurunan bisnis, tetapi langkah strategis untuk memperkuat fondasi operasional.(*)
Editor : Juliana Belence