IKM Mulai Dilibatkan dalam Rantai Pasok Kendaraan Listrik

JawaPos • Dipublikasikan Kamis, 28 Mei 2026 | 19:37 WIB
Ekosistem kendaraan listrik
Ekosistem kendaraan listrik

batampos — Pemerintah mempercepat pengembangan industri kendaraan listrik nasional dengan memanfaatkan cadangan nikel yang melimpah serta pasar otomotif domestik yang terus tumbuh. Indonesia pun ditargetkan menjadi salah satu pemain utama dalam rantai industri kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) global.

Dalam pengembangan ekosistem tersebut, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mulai melibatkan industri kecil dan menengah (IKM) agar transfer teknologi dan penguatan kapasitas industri lokal berjalan lebih cepat.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, Indonesia memiliki modal kuat untuk membangun industri kendaraan listrik yang terintegrasi dari sektor hulu hingga hilir.

“Pemerintah melalui Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019 telah menegaskan komitmen terhadap pengembangan kendaraan listrik sebagai bagian dari agenda transisi energi, ekonomi hijau, dan industrialisasi nasional,” kata Agus di Jakarta, kemarin (28/5).

Menurut dia, keterlibatan IKM menjadi bagian penting dalam memperkuat daya saing industri otomotif nasional di tengah perubahan besar menuju kendaraan berbasis listrik.

Baca Juga: Alternatif Judul: Ombudsman Ingatkan Pemko Batam soal Tanggung Jawab Jalan Rusak

Pasar Kendaraan Listrik Tumbuh

Dorongan terhadap industri lokal sejalan dengan pertumbuhan pasar kendaraan listrik nasional yang meningkat signifikan sepanjang tahun ini.

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil berbasis baterai atau battery electric vehicle (BEV) pada kuartal I 2026 mencapai 33.150 unit. Angka tersebut melonjak 95,9 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

Sementara itu, populasi bus listrik hingga April 2026 tercatat mencapai 798 unit. Adapun jumlah sepeda motor listrik pada Februari 2026 telah mencapai 236.451 unit atau sekitar 65 persen dari total populasi kendaraan listrik nasional.

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kemenperin Reni Yanita mengatakan, lonjakan pasar EV harus dimanfaatkan pelaku industri komponen lokal agar tidak hanya menjadi penonton dalam transformasi industri otomotif nasional.

“Ini merupakan potensi yang harus dimaksimalkan oleh pelaku IKM komponen otomotif,” ujarnya.

 

Pertemukan Pelaku Usaha

Untuk mempercepat keterlibatan industri nasional, Kemenperin melalui Direktorat Jenderal IKMA bersama Direktorat Jenderal ILMATE, Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, PT SGMW Motor Indonesia, serta PT VKTR Teknologi Mobilitas menggelar penjajakan peluang bisnis IKM alat angkut dalam rantai pasok kendaraan listrik di Cikarang, Jawa Barat.

Kegiatan tersebut mempertemukan pelaku IKM komponen otomotif dengan industri besar kendaraan listrik guna membuka peluang kemitraan strategis sekaligus memperkuat pemenuhan tingkat komponen dalam negeri (TKDN).

“Kami berharap kegiatan ini memberikan informasi mengenai kebutuhan komponen kendaraan listrik terhadap pemenuhan TKDN,” kata Reni.

 

Infrastruktur SPKLU Bertambah

Di sisi lain, pengembangan kendaraan listrik nasional juga didukung percepatan pembangunan stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU).

Berdasarkan data PT PLN (Persero), hingga April 2026 tersedia 4.769 unit SPKLU di 3.097 lokasi di seluruh Indonesia. Jumlah tersebut ditargetkan meningkat menjadi 62.918 unit pada 2030 guna mendukung proyeksi 943.764 unit kendaraan listrik nasional. (*)

Editor : Putut Ariyo
SPKLU Kemenperin kendaraan listrik ikm ev