Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Program KIMARA Pertamina di Batam Ubah Sampah Jadi Bernilai Ekonomi

Rengga Yuliandra • Kamis, 4 Juni 2026 | 16:59 WIB
Warga binaan Program KIMARA menunjukkan hasil panen sayuran hidroponik serta produk pengelolaan sampah yang dikembangkan bersama Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut melalui pendampingan berkelanjutan berbasis ekonomi sirkular.   (istimewa)
Warga binaan Program KIMARA menunjukkan hasil panen sayuran hidroponik serta produk pengelolaan sampah yang dikembangkan bersama Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut melalui pendampingan berkelanjutan berbasis ekonomi sirkular. (istimewa)

batampos – Komitmen terhadap pelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat terus diperkuat oleh Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut melalui Aviation Fuel Terminal (AFT) Hang Nadim. Salah satunya diwujudkan melalui Program KIMARA (Kampung Inovasi Sampah Permata Bandara) yang dijalankan bersama Unit Bank Sampah (UBS) RT One Berseri di Kota Batam.

Program tersebut mengusung konsep pengelolaan sampah terpadu berbasis ekonomi sirkular dan prinsip zero waste. Melalui pendekatan ini, sampah yang sebelumnya tidak memiliki nilai ekonomi diolah menjadi berbagai produk bermanfaat yang dapat memberikan tambahan pendapatan bagi masyarakat.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw, mengatakan Program KIMARA merupakan bentuk kolaborasi antara perusahaan dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang lebih bersih sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga.

Baca Juga: Birokrasi Dipangkas, APINDO Nilai Kebijakan Baru FTZ Dorong Daya Saing Industri Batam

“Melalui pembinaan yang berkelanjutan, masyarakat didorong untuk mengolah sampah menjadi berbagai produk yang memiliki nilai guna dan nilai jual. Selain memberikan dampak positif bagi lingkungan, program ini juga membuka peluang usaha baru dan menambah pendapatan masyarakat, terutama bagi kelompok ibu rumah tangga,” ujar Fahrougi.

 

Olah Limbah Jadi Produk Bernilai

Selama program berjalan, UBS RT One Berseri berhasil mengembangkan berbagai inovasi pengelolaan sampah berbasis masyarakat.

Limbah buah yang berasal dari kedai jus dan pedagang buah diolah menjadi eco enzyme dengan kapasitas produksi mencapai sekitar 41 kilogram setiap bulan.

Selain itu, sebanyak 231 kilogram sampah organik rumah tangga dimanfaatkan sebagai pakan maggot, sementara 39 kilogram lainnya diolah menjadi kompos yang dapat digunakan untuk mendukung kegiatan pertanian dan penghijauan.

Program ini tidak hanya berfokus pada pengelolaan sampah, tetapi juga mendorong pengembangan budidaya hidroponik sebagai sumber pangan sekaligus peluang usaha baru bagi masyarakat.

Saat ini, kelompok binaan mampu menghasilkan sekitar 20 kilogram sayuran hidroponik setiap bulan yang dipasarkan kepada warga sekitar.

 

Tiga Ton Sampah Anorganik Didaur Ulang Setiap Bulan

Pengelolaan sampah anorganik juga menjadi salah satu capaian penting dalam Program KIMARA. Setiap bulan, sekitar tiga ton sampah anorganik berhasil dikumpulkan, dipilah, dan disalurkan ke perusahaan daur ulang.

Langkah tersebut tidak hanya membantu mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA), tetapi juga menciptakan nilai ekonomi bagi anggota kelompok melalui hasil penjualan sampah yang telah dipilah.

“Melalui berbagai kegiatan tersebut, masyarakat memperoleh manfaat ekonomi sekaligus berkontribusi dalam menjaga kelestarian lingkungan,” kata Fahrougi.

 

Tingkatkan Kemandirian Masyarakat

Anggota UBS RT One Berseri, Nella Nelfia, mengaku merasakan manfaat langsung dari pendampingan yang dilakukan Pertamina selama empat tahun terakhir.

Menurutnya, pembinaan yang berkelanjutan membuat kelompoknya semakin mandiri dalam mengelola sampah sekaligus mengembangkan usaha berbasis lingkungan.

“Pendapatan anggota semakin meningkat dan kami memperoleh banyak pengetahuan baru. Kami juga belajar bahwa lahan yang terbatas bukan menjadi hambatan untuk bercocok tanam. Dengan memanfaatkan ruang sederhana di rumah, kami tetap bisa menanam sayuran secara hidroponik,” ujarnya.

 

Dukung Pencapaian SDGs

Program KIMARA juga mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ke-12 mengenai konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab.

Melalui kegiatan pengurangan, pemanfaatan kembali, dan daur ulang sampah, program ini menjadi contoh penerapan ekonomi sirkular yang mampu memberikan manfaat ganda, yakni menjaga kelestarian lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Keberhasilan Program KIMARA menunjukkan bahwa pengelolaan sampah yang dilakukan secara kolaboratif dan berkelanjutan dapat menjadi solusi nyata dalam mengurangi persoalan lingkungan, sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat di tingkat komunitas. (*)

Editor : Putut Ariyo
#KIMARA #Bank Sampah Batam #Ekonomi Sirkular #CSR Pertamina #Pertamina Patra Niaga