Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

IPO SpaceX Antar Elon Musk Jadi Triliuner Dolar Pertama di Dunia

jpg • Sabtu, 13 Juni 2026 | 10:31 WIB
Elon Musk mengukuhkan posisinya sebagai orang terkaya di dunia setelah IPO SpaceX (The Business Times)
Elon Musk mengukuhkan posisinya sebagai orang terkaya di dunia setelah IPO SpaceX (The Business Times)

batampos – Penawaran saham perdana atau Initial Public Offering (IPO) SpaceX menjadi tonggak baru dalam sejarah ekonomi global. Langkah tersebut mendorong lonjakan valuasi perusahaan yang mengantarkan Elon Musk menjadi triliuner dolar pertama di dunia.

Pencapaian itu semakin mengukuhkan posisi Musk sebagai orang terkaya di planet ini, sekaligus memperlihatkan besarnya pengaruh sosok pendiri Tesla dan SpaceX tersebut terhadap pasar modal global.

Menurut laporan Reuters, SpaceX yang bergerak di bidang teknologi roket, satelit, dan kecerdasan buatan menjadi kontributor terbesar dalam lonjakan kekayaan Musk. Bersama Tesla, perusahaan tersebut membentuk fondasi utama kerajaan bisnis yang dibangunnya selama dua dekade terakhir.

Baca Juga:  Harga Pertamax Naik Jadi Rp15.500, BPS Batam Waspadai Tekanan Inflasi dan Dampak ke Ojol

IPO SpaceX dilaporkan berhasil menghimpun dana sekitar 75 miliar dolar AS. Sebelum aksi korporasi tersebut, Forbes memperkirakan kekayaan Musk berada di kisaran 780 miliar dolar AS. Setelah valuasi SpaceX melonjak, total kekayaan pendiri Tesla itu diproyeksikan menembus lebih dari 1,1 triliun dolar AS.

Sebagian besar nilai kekayaan tersebut berasal dari kepemilikan sahamnya di SpaceX yang diperkirakan bernilai sekitar 866 miliar dolar AS. Sisanya berasal dari Tesla dan berbagai perusahaan lain yang berada di bawah kendalinya.

Analis Forbes Wealth, Matt Durot, menilai jarak kekayaan Musk dengan para miliarder lain kini semakin lebar.

"Orang terkaya kedua selama ini berada di kisaran 300 miliar dolar AS, atau kurang dari sepertiga potensi kekayaan Musk jika kondisi saat ini berlanjut," ujarnya.

Selain SpaceX dan Tesla, Musk juga memiliki sejumlah perusahaan lain seperti The Boring Company yang bergerak di sektor infrastruktur terowongan serta Neuralink yang mengembangkan teknologi antarmuka otak dan komputer. Perusahaan-perusahaan tersebut dikenal berfokus pada inovasi jangka panjang dengan potensi disrupsi besar di masa depan.

Pengaruh Musk tidak hanya terbatas pada dunia bisnis. Akuisisi Twitter yang kini bernama X pada 2022 senilai 44 miliar dolar AS membuat pengaruhnya meluas ke ranah komunikasi publik dan politik global.

Fenomena tersebut melahirkan istilah "premi Elon Musk", yakni kondisi ketika valuasi perusahaan tidak hanya ditentukan oleh kinerja keuangan, tetapi juga oleh kepercayaan investor terhadap visi dan kepemimpinan Musk.

Analis Renaissance Capital, Matt Kennedy, menyebut SpaceX sama seperti Tesla, yakni sebuah taruhan terhadap kemampuan Elon Musk menciptakan masa depan.

"Valuasi 1,5 hingga 2 triliun dolar AS akan mengguncang metodologi valuasi tradisional dan lebih tepat dipahami sebagai premi atas nama Elon Musk," katanya.

Pengakuan terhadap kapasitas inovasi Musk juga datang dari CEO JPMorgan Chase, Jamie Dimon. Ia bahkan menyamakan Musk dengan tokoh-tokoh besar dalam sejarah teknologi dan sains.

"Elon adalah Edison pada masa kita," ujar Dimon.

Dengan kombinasi kekuatan teknologi, pengaruh politik, dan dominasi pasar modal, IPO SpaceX tidak hanya menjadi pencapaian bisnis terbesar dalam karier Musk. Peristiwa ini juga menandai babak baru ekonomi global, ketika pengaruh seorang individu mampu menyamai kekuatan korporasi raksasa bahkan negara.

Editor : Jamil Qasim
#elon musk #IPO SpaceX