Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

McDermott Resmikan Gedung Cakrawala dan Nusantara di Batam

Muhammad Syaban • Senin, 15 Juni 2026 | 09:48 WIB
Pemberitaan di Batam Pos
Pemberitaan di Batam Pos

batampos – PT McDermott Indonesia resmi meresmikan dua fasilitas industri berskala dunia baru raksasa  bernama Cakrawala Building dan Nusantara Building di kawasan galangan McDermott Lapangan Fabrikasi Batam, Kamis (28/5).
 
Projek TenneT memberikan suatu kontribusi yang sangat penting bagi kelangsungan perkembangan fasilitas dan memperkuat posisi lapangan fabrikasi Batam sebagai pusat  kelangsungan transisi energi global.
 
Kehadiran dua fasilitas modern tersebut menjadi tonggak penting perubahan arah industri Batam dari yang selama ini dikenal sebagai basis fabrikasi minyak dan gas menuju pusat industri energi hijau dunia

‎Peresmian fasilitas itu dihadiri langsung oleh Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan (Bappenas), Prof.Dr.Ir.Rachmat Pambudy M.S; Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) H.Ansar Ahmad, S.E.; serta Deputi Investasi Badan Pengusahaan (BP) Batam Fary Djemy Francis, dan Sekertaris Daerah (Sekda) Pemerintah Kota (Pemko) Batam, Firmansyah, hingga mitra industri energi asal Eropa.

Bukan sekadar pembangunan gedung baru, proyek ini menjadi simbol masuknya Batam dalam rantai pasokan industri green energy global. Dari Batam, modul raksasa pembangkit listrik tenaga angin lepas pantai ( dengan berat sekitar 30,000 Ton) akan diproduksi untuk menunjang kebutuhan energi bersih di Jerman dan Eropa.
 
‎Kedua fasilitas Cakrawala dan Nusantara akan digunakan untuk menunjangn pelaksanaan proyek yang  menggunakan teknologi High Voltage Direct Current (HVDC) atau sistem transmisi listrik tegangan tinggi yang mampu menyalurkan energi dalam kapasitas besar dari laut menuju daratan. Sebuah system transmisi Listrik tegangan tinggi yang mampu menyalurkan energi Listrik mencapai ke lebih dari 2,5 juta rumah tangga.


 
McDermott: Batam terpilih untuk pembangun Cakrawala dan Nusantara karena merupakan lapangan fabrikasi terbesar dan paling berpengalaman


 
Jason Williams, ‎Vice President HVDC PT McDermott, menjelaskan dua gedung yang diresmikan memiliki fungsi berbeda namun saling terhubung dalam proses pembangunan converter platform energi angin lepas pantai. ‎ ‎Gedung Cakrawala menjadi pusat fabrikasi utama blok-blok besar converter platform.

‎Gedung Cakrawala menjadi pusat fabrikasi utama blok-blok besar converter platform yang hamper menyerupai metode fabrikasi shipyard. Di fasilitas tersebut baja dan panel besar dirakit menjadi struktur utama dengan berat sekitar 1,000 -3,000 ton ,yang akan dirakit Bersama dan kemudian  peralatan berteknologi HVDC akan ditempatkan ke struktur utama.Balwin 4 dan Lanwin1 terdiri dari 18 blok besar sebelum menjadi converter platform. ‎

Sementara Nusantara Building menjadi fasilitas blasting dan painting atau pembersihan serta pelapisan baja sebelum dirakit menjadi platform dengan menggunakan sistem kontrol lingkungan modern untuk mencegah oksidasi dan korosi selama proses.
 
“Proyek 2 GW yang menggunakan fasilitas Cakrawala dan Nusantara  dalam hal pembuatan blok -blok dan menjadi platform, dengan antisipasi melibat kan sekitar 22 juta jam kerja yang terbagi dalam 2 projek,” kata Jason kepada Batam Pos
 
‎Ia menjelaskan proyek yang saat ini tengah dikerjakan merupakan proyek energi hijau 2 Giga Watt (GW) yang nantinya digunakan untuk mengalirkan listrik hasil tenaga angin dari laut Jerman menuju masyarakat di daratan Eropa. ‎ ‎‎

Ia menjelaskan proses pembangunan modul dilakukan secara bertahap. Baja-baja besar terlebih dahulu dirakit menjadi panel dan blok di Cakrawala Building. Setelah itu blok dibawa ke Nusantara Building untuk proses blasting dan painting agar tahan terhadap kondisi laut. ‎ ‎

Setelah seluruh bagian selesai, modul raksasa tersebut kemudian dirakit menjadi satu kesatuan converter platform sebelum akhirnya dikirim ke laut Jerman. ‎ ‎“Jadi modul itu nantinya dipasang di tengah laut dan menjadi pusat penghubung energi angin menuju sistem kelistrikan di Eropa,” katanya.
 
Cara kerja proyek tersebut dimulai dari turbin-turbin angin raksasa yang dipasang di tengah laut. Turbin itu menangkap energi angin yang tidak bisa langsung dikirim kedaratan, dengan converter platfrom mengubah nya lalu menghasilkan listrik. ‎ ‎Namun listrik dari turbin tersebut belum bisa langsung digunakan masyarakat karena masih berupa arus tertentu.

Di sinilah fungsi converter platform yang dibuat McDermott Batam. ‎ ‎Converter platform berfungsi mengubah dan menstabilkan arus listrik bertegangan tinggi agar bisa dialirkan melalui kabel bawah laut menuju daratan. ‎ ‎“Tenaga angin akan masuk ke converter yang kami bangun, kemudian diproses menjadi tenaga listrik dan dialirkan melalui kabel ke Jerman untuk kebutuhan masyarakat,” ujar Jason

 
‎Jason mengungkapkan alasan McDermott memilih Batam karena yard McDermott Batam merupakan salah satu fasilitas fabrikasi terbesar dan paling berpengalaman di dunia. ‎

‎“McDermott memiliki enam yard di dunia dan Batam adalah yang terbesar serta paling berpengalaman dalam mengerjakan proyek-proyek besar,” katanya. ‎ ‎

Selain fasilitas yang luas, kemampuan tenaga kerja lokal Batam juga menjadi alasan utama proyek global tersebut dipercayakan ke Batam. ‎ ‎Menurut Jason, selama ini pekerja McDermott dikenal berpengalaman mengerjakan proyek oil and gas berskala besar. Kini kemampuan itu mulai dialihkan untuk mendukung industri energi hijau. ‎

‎“Keahlian pekerja kita sekarang dipergunakan untuk membuat platform green energy,” ujarnya. ‎
 
‎Ia mengatakan pembangunan dua gedung tersebut sepenuhnya melibatkan kontraktor lokal Indonesia, termasuk perusahaan-perusahaan asal Batam. ‎ ‎“Pembangunan Cakrawala dan Nusantara menggunakan 100 persen pekerja dan kontraktor lokal Indonesia,” katanya. ‎

‎Jason bahkan menyebut fasilitas tersebut kemungkinan menjadi salah satu fasilitas HVDC terbesar di Asia Tenggara, bahkan dunia. ‎ ‎“Fasilitas dengan climate control seperti ini mungkin tidak akan dijumpai di kota lain selain Batam,” ujarnya. ‎ ‎

 
McDermott: Projeck 2GW energi hijau ini menyerap ribuan pekerja lokal


Robert Shaul: Senior Vice President Low Carbon Solutions McDermott, Robert Shaul, mengatakan tantangan terbesar proyek Pembangunan Cakrawala dan Nusantara adalah faktor keselamatan kerja dan menekankan karena ukuran struktur sangat besar dan kompleks. ‎ ‎“Kami mengutamakan keselamatan pekerja, terutama pekerja subkontraktor,” katanya. ‎
 
‎Robert mengungkapkan selama kurang dari tiga tahun pengerjaan proyek Cakrawala dan Nusantara, McDermott berhasil mencatat sekitar 4,5 juta jam kerja tanpa kecelakaan kerja. ‎

‎“Ini pencapaian besar untuk proyek dengan tingkat kompleksitas seperti ini,” ujarnya.
 ‎ ‎
Dua fasilitas baru yang diresmikan ini memiliki kapasitas yang sangat besar dan dirancang untuk mendukung kebutuhan industri galangan kapal modern. Cakrawala Building memiliki luas sekitar 15.700 meter persegi, setara dengan ukuran sebuah hanggar pesawat, sehingga mampu mengakomodasi berbagai pekerjaan konstruksi dan perakitan skala besar.

Sementara itu, Nusantara Building berdiri di atas lahan seluas sekitar 8.005 meter persegi dan dilengkapi fasilitas blasting serta painting berteknologi mutakhir untuk menunjang proses pengerjaan kapal yang lebih efisien dan berkualitas tinggi.
 
Robert mengatakan dampak ekonomi proyek tersebut cukup besar bagi Batam dan Kepulauan Riau. Pembangunan dua fasilitas itu saja melibatkan hampir 4.000 pekerja Indonesia, dengan puncak pekerja sekitar 2,000 pekerja.

“Dampaknya bukan hanya membuka lapangan kerja, tetapi juga menggerakkan sektor hotel, resort, transportasi, hingga jasa lainnya,” ujarnya. ‎ ‎Menurut dia, proyek energi hijau akan menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru bagi Batam di masa depan. ‎ ‎“Kalau proyek seperti ini terus berjalan setiap tahun, maka dampaknya besar bagi ekonomi Batam,” katanya.

 
Tennet: Batam Dipilih Karena Mampu Bangun Infrastruktur Energi Raksasa Dunia

 
Sementara itu, Project Director Large Project Offshore 2GW Tennet, Daniel Birkenstock, mengatakan pihaknya memilih bekerja sama dengan PT McDermott Batam karena tidak banyak lapangan fabrikasi di dunia yang mampu membangun infrastruktur energi sebesar proyek yang saat ini mereka kerjakan.

‎Menurut Daniel, proyek yang dibangun di Batam bukan proyek biasa, melainkan infrastruktur transmisi energi angin lepas pantai berkapasitas besar yang nantinya digunakan untuk menyalurkan listrik dari turbin angin di laut menuju daratan Jerman.

“Kami membangun Cakrawala Building dan Nusantara Building untuk membantu proyek kami sekaligus membangun infrastruktur pendukungnya,” kata Daniel. ‎
 ‎
Ia menjelaskan saat ini terdapat dua proyek besar yang sedang dipersiapkan Tennet, yakni Balwin 4 dan Lanwin 1. Proyek Balwin 4 ditargetkan mulai beroperasi pada akhir 2029 hingga awal 2030, sedangkan Lanwin 1 dijadwalkan beroperasi setahun setelahnya. ‎ ‎

Daniel menjelaskan Tennet merupakan transmission system operator atau operator sistem transmisi energi di Eropa. Perusahaan tersebut bertugas menyalurkan energi listrik hasil turbin angin lepas pantai menuju jaringan listrik di daratan. ‎  ‎
 ‎
Ia menerangkan wind farm merupakan kawasan berisi kumpulan turbin angin raksasa yang dipasang di tengah laut dan dioperasikan oleh perusahaan berbeda. ‎ ‎ ‎ ‎Daniel menegaskan alasan utama memilih Batam karena kemampuan yard McDermott yang dinilai memiliki kapasitas dan pengalaman mengerjakan proyek dengan ukuran sangat besar. ‎ ‎

”Bahkan di Eropa tidak banyak yard yang mampu membangun infrastruktur sebesar ini. Infrastruktur kami hampir seluas lapangan bola dengan ukuran sekitar 190 meter x  115 meter  dan tinggi sekitar 70 meter,” katanya.

 

Setara dengan tinggi Gedung 10 tingkat  seluas lapangan bola


Saat ini, TenneT tengah mengerjakan dua proyek utama yang menjadi bagian penting dalam pengembangan infrastruktur energi. Proyek pertama adalah BalWin4 yang ditargetkan rampung pada akhir 2029 hingga awal 2030. Setelah itu, proyek LanWin1 dijadwalkan menyusul dengan target penyelesaian sekitar satu tahun kemudian. Kedua proyek tersebut menjadi tonggak strategis dalam memperkuat jaringan transmisi energi dan mendukung pengembangan energi terbarukan di masa mendatang.
 ‎
Dua proyek yang saat ini dikerjakan McDermott Batam, kata dia, akan terkoneksi dengan wind farm berbeda di Eropa, namun seluruh energi nantinya akan disalurkan melalui infrastruktur transmisi milik Tennet. ‎

"Yang kami lakukan adalah mentransmisikan energi dari wind turbine di laut menuju daratan. Jadi kami menghubungkan energi angin menjadi listrik untuk masyarakat,” ujarnya.

Menurut dia, proyek offshore wind saat ini memiliki tingkat kompleksitas lebih tinggi dibanding platform minyak dan gas biasa. ‎ ‎Karena itu, Tennet membutuhkan mitra yang sudah berpengalaman dan memiliki tenaga kerja terampil seperti McDermott Batam. ‎ ‎

Ia mengatakan kerja sama jangka panjang dengan McDermott juga menjadi strategi penting untuk menjaga kualitas proyek dan efisiensi waktu pengerjaan. ‎ ‎“Kami tidak mungkin setiap proyek selalu mencari supplier baru. Itu akan memakan waktu lama. Karena itu kami mempertahankan kerja sama dengan partner yang sudah memahami standar dan kebutuhan proyek kami,” ujarnya. ‎
 
‎Daniel menilai Batam memiliki masa depan besar dalam industri energi global karena selama ini banyak yard di kawasan Asia masih fokus pada proyek oil and gas, sementara kebutuhan industri energi hijau dunia terus meningkat. ‎
 ‎
“Tennet melihat ke depan konstruksi energi hijau akan jauh lebih besar dan kompleks dibanding proyek oil and gas. Karena itu peluang Batam ke depan sangat besar,” katanya. ‎ ‎

Ia berharap dukungan pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan BP Batam terhadap industri energi hijau dapat terus diperkuat agar investasi serupa terus masuk ke Batam. ‎ ‎“Kami puas dengan kerja sama yang berjalan sejauh ini. Dukungan pemerintah sangat membantu dan kami berharap kolaborasi seperti ini terus berlanjut,” ujarnya

Menteri Bappenas: Batam Kini Masuk Rantai Pasok Energi Hijau Dunia ‎ ‎

Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menilai proyek energi hijau McDermott di Batam menjadi bukti bahwa Indonesia, khususnya Batam dan Kepulauan Riau, mulai masuk dalam rantai pasok industri green energy dunia. ‎Menurut dia, Batam kini tidak hanya menjadi kawasan industri manufaktur dan galangan kapal, melainkan sudah berkembang menjadi bagian penting dari rantai pasok energi hijau internasional. ‎ ‎“Kepulauan Riau khususnya Batam sekarang menjadi rantai pasok bagi investasi green energy dunia. Ini membanggakan bagi Indonesia,” katanya. ‎

‎Ia menegaskan pemerintah pusat melalui Bappenas saat ini terus mendorong pengembangan industri energi hijau dan green jobs di Indonesia. ‎ ‎Menurut dia, transformasi industri dunia menuju energi bersih harus diikuti dengan kesiapan sumber daya manusia Indonesia agar mampu bersaing di industri teknologi tinggi. ‎ ‎“Kami bersama pemerintah daerah menyusun roadmap pengembangan green jobs agar SDM Indonesia siap menghadapi industri masa depan,” katanya.
 ‎ ‎
Rachmat menilai proyek seperti ini tidak hanya membawa investasi besar, tetapi juga membuka peluang transfer teknologi, peningkatan kemampuan tenaga kerja lokal, hingga penguatan posisi Indonesia dalam industri energi global. ‎

‎Ia berharap Batam terus menjaga iklim investasi yang kondusif sehingga semakin banyak proyek industri teknologi tinggi masuk ke Indonesia. ‎ ‎“Kita ingin pembangunan tidak hanya direncanakan dengan baik, tetapi juga dilaksanakan dan dirasakan manfaatnya dengan baik oleh masyarakat,” tuturnya. ‎


Gubernur Kepri: Batam Mulai Naik Kelas Jadi Kawasan Industri Energi Global ‎

‎Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad mengapresiasi kehadiran proyek energi hijau PT McDermott yang dinilai membawa dampak besar terhadap pertumbuhan ekonomi dan pembukaan lapangan kerja di Batam maupun Kepulauan Riau.

‎Menurut Ansar, proyek berskala internasional tersebut bukan hanya memperkuat posisi Batam sebagai kawasan industri, tetapi juga membuka peluang besar bagi tenaga kerja lokal untuk terlibat dalam industri teknologi tinggi dunia. ‎‎“Kehadiran McDermott ini memberikan manfaat besar bagi Kepri, khususnya Batam, karena mampu menyerap banyak tenaga kerja lokal,” katanya. ‎

Menurut Ansar, proyek berskala internasional tersebut bukan hanya memperkuat posisi Batam sebagai kawasan industri, tetapi juga membuka peluang besar bagi tenaga kerja lokal untuk terlibat dalam industri teknologi tinggi dunia. ‎
 ‎
“Kehadiran McDermott ini memberikan manfaat besar bagi Kepri, khususnya Batam, karena mampu menyerap banyak tenaga kerja lokal,” katanya. ‎ ‎
Ia menjelaskan Pemerintah Provinsi Kepri saat ini terus mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) yang mampu bersaing di sektor industri modern, termasuk industri energi hijau atau green jobs yang mulai berkembang pesat secara global. ‎ ‎

”Kita mempersiapkan SDM yang orientasinya pada pekerja teknologi, termasuk green jobs,” ujarnya.
 ‎
‎Ansar mengungkapkan berdasarkan laporan perusahaan, sebagian besar pekerja yang terlibat dalam proyek tersebut merupakan tenaga kerja lokal Indonesia, khususnya dari Batam dan Kepulauan Riau.

Bahkan, menurut dia, banyak posisi strategis seperti perancang desain proyek juga sudah diisi anak-anak muda Indonesia. ‎ ‎“Yang merancang dan menjadi desainer di sini adalah anak-anak muda Indonesia. Ini yang harus menjadi contoh,” katanya. ‎

‎Ia menilai hal tersebut membuktikan bahwa kualitas pendidikan vokasi dan tenaga kerja lokal Batam mulai mampu bersaing di industri global berteknologi tinggi. ‎ ‎Menurut Ansar, keberhasilan itu tidak terlepas dari upaya pemerintah memperkuat pendidikan vokasi di Kepri dalam beberapa tahun terakhir. ‎

‎“Kita sekarang lebih banyak mengembangkan pendidikan vokasi. Konsepnya sekitar 30 persen SMA dan 70 persen SMK agar kebutuhan industri bisa terpenuhi,” ujarnya. ‎ ‎

Ia juga mengapresiasi keberadaan Politeknik Negeri Batam yang dinilai berhasil melahirkan lulusan vokasi berkualitas dan terserap langsung ke dunia industri, termasuk di PT McDermott. ‎

‎“Kami berterima kasih karena Polibatam mampu melahirkan SDM vokasi yang sekarang banyak diserap industri,” katanya. ‎

‎Ansar menegaskan Pemprov Kepri juga terus menjaga iklim investasi agar tetap kompetitif melalui kemudahan pelayanan dan koordinasi bersama pemerintah pusat, BP Batam, serta pemerintah kabupaten dan kota. ‎ ‎

Salah satu langkah yang dilakukan yakni menggelar job fair secara rutin dan meminta perusahaan melaporkan kebutuhan tenaga kerja agar pemerintah dapat menyiapkan SDM sesuai kebutuhan industri. ‎

‎“Kami sudah membuat surat edaran kepada investor agar informasi kebutuhan tenaga kerja disampaikan ke pemerintah supaya bisa dikolaborasikan dengan pemkab dan pemko,” ujarnya. ‎

‎Menurut Ansar, Batam saat ini memang mulai menunjukkan peningkatan status sebagai kawasan industri global. ‎ ‎Ia menilai hal itu terlihat dari pertumbuhan industri manufaktur, shipyard, hingga masuknya investasi energi hijau dan teknologi tinggi ke Batam. ‎ ‎“Kalau industri shipyard saja, sekitar 60 persen ada di Kepri dan sebagian besar berada di Batam,” katanya

Selain posisi geografis yang strategis di jalur perdagangan internasional Selat Malaka, Ansar mengatakan kemudahan regulasi dan perizinan melalui BP Batam juga menjadi daya tarik utama investor. ‎ ‎“Sekarang izin investasi jauh lebih mudah karena bisa diselesaikan melalui BP Batam. Ini menjadi atmosfer baru bagi para investor,” ujarnya. ‎

‎Ia berharap keberhasilan Batam menarik investasi global dapat menjadi contoh bagi daerah lain di Kepulauan Riau seperti Bintan dan Karimun. ‎ ‎Menurut dia, Kepri memiliki kekuatan geoekonomi yang sangat strategis karena berada di salah satu jalur perdagangan tersibuk dunia. ‎ ‎“Setiap tahun sekitar 80 ribu kapal melintas di Selat Malaka dan ada sekitar 70 juta kontainer per tahun. Ini harus kita manfaatkan semaksimal mungkin,” katanya.

Cakrawala dan Nusantara sebagai fasilitas pendukung kelangsungan projek 2GW akan menandai perubahan batam dari berfokus ke fabrikasi oil dan gas menjadi kunci dari kelangsungan dan keterlibatan perubahan energi hijau secara global dan mengukuhkan lapangan fabrikasi batam sebagai pusat dari pembuatan dan perkembangan energi bersih berskala besar. (***)

Editor : Putut Ariyo
#McDermott