Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Bappenas Optimistis Kepri Jadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru Indonesia

Antara • Senin, 15 Juni 2026 | 23:59 WIB
 Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Rachmat Pambudy (tengah kanan) saat menerima audiensi Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad di Jakarta, Rabu (10/6/2026). ANTARA/HO- (Bappenas)
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Rachmat Pambudy (tengah kanan) saat menerima audiensi Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad di Jakarta, Rabu (10/6/2026). ANTARA/HO- (Bappenas)

batampos – Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Rachmat Pambudy, optimistis Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) dapat berkembang menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru Indonesia.

Optimisme tersebut disampaikan Rachmat saat menerima audiensi Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad di Jakarta. Menurutnya, posisi strategis Kepri, didukung investasi yang terus berkembang serta potensi industri, logistik, sejarah, dan budaya, menjadi modal kuat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

“Saya melihat Kepulauan Riau sebagai miniatur Indonesia. Dengan segala dinamika dan tantangannya, saya optimistis karena investasi yang telah berlangsung selama puluhan tahun terus diperkuat dan dikembangkan. Ini menghadirkan harapan baru bagi masa depan daerah,” ujar Rachmat, Senin (15/6/2026).

Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029 yang tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025, Kepulauan Riau diproyeksikan menjadi salah satu motor pertumbuhan ekonomi nasional berbasis industri pengolahan dan pusat logistik global.

Baca juga: Dana Bergulir UMKM Batam Tersalurkan Rp1,33 Miliar hingga Juni 2026

Selain itu, wilayah perbatasan strategis seperti Natuna dan Anambas juga dipandang memiliki peran penting dalam memperkuat ketahanan ekonomi nasional sekaligus menjaga kedaulatan maritim Indonesia.

Rachmat menilai Kepri tidak hanya memiliki keunggulan ekonomi dan geografis, tetapi juga kekayaan sejarah serta budaya yang dapat menjadi fondasi pembangunan daerah di masa depan.

Saat berkunjung ke Pulau Penyengat, ia mengaku terkesan dengan jejak sejarah yang masih terjaga, termasuk warisan intelektual Raja Ali Haji yang dikenal sebagai tokoh sastra dan budayawan Melayu terkemuka.

“Saya melihat langsung kekayaan sejarah yang luar biasa di Pulau Penyengat. Ada warisan Raja Ali Haji yang layak disejajarkan dengan sastrawan dunia. Jika potensi sejarah dan budaya ini terus dikembangkan dan dimodernisasi, saya yakin Kepulauan Riau dapat menjadi model pembangunan daerah yang berhasil,” katanya.

Selain sektor budaya, Rachmat juga menyoroti inovasi teknologi transportasi antarpulau yang tengah dikembangkan di Kepulauan Riau, termasuk konsep hoverwing yang dinilai berpotensi memperkuat konektivitas wilayah kepulauan.

Menurutnya, pengembangan teknologi transportasi tersebut tidak hanya akan meningkatkan mobilitas masyarakat dan distribusi barang, tetapi juga menjadi simbol kemajuan daerah yang berbasis inovasi.

“Jika teknologi transportasi antarpulau seperti hoverwing dapat dimanfaatkan secara optimal, hal itu akan memperkuat konektivitas sekaligus menjadi gambaran masa depan Kepulauan Riau yang maju dan modern,” ujarnya.

Untuk mendukung arah pembangunan jangka panjang, Kementerian PPN/Bappenas bersama Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau telah menyusun Peta Jalan Transformasi Kepulauan Riau sebagai turunan dari Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025–2045.

Dokumen strategis tersebut dijadwalkan diluncurkan pada 2026 dan akan menjadi panduan dalam mendorong transformasi ekonomi, peningkatan daya saing daerah, serta pembangunan berkelanjutan di Kepulauan Riau.

Baca Juga: Pedagang Punya Waktu Cari Lokasi Baru, Penertiban Lapak UMKM Mega Legenda hingga Akhir 2026

Sebagai bagian dari implementasi peta jalan tersebut, Bappenas dan Pemprov Kepri juga akan membentuk Sekretariat Transformasi atau Project Management Office (PMO) Kepulauan Riau.

PMO ini akan berfungsi mengoordinasikan pelaksanaan program prioritas, mengawal berbagai proyek strategis, serta memastikan target pembangunan dapat direalisasikan secara bertahap melalui pembentukan sejumlah gugus tugas khusus.

Rachmat menegaskan bahwa potensi besar yang dimiliki Kepulauan Riau harus mampu diterjemahkan menjadi manfaat nyata bagi masyarakat.

“Saya melihat Kepulauan Riau memiliki potensi yang luar biasa. Tantangannya adalah bagaimana seluruh potensi tersebut dapat diwujudkan menjadi kemajuan yang benar-benar dirasakan masyarakat dan memberikan dampak positif bagi pembangunan nasional,” katanya. (*)

Editor : Putut Ariyo
#Ekonomi Kepri #Bappenas #Hub Logistik Global #kepulauan riau #Ansar Ahmad