Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Batam dan Tanjungpinang Ikut Menyumbang, Inflasi Mei 2026 Capai 3,96 di Kepri

Mohamad Ismail • Rabu, 17 Juni 2026 | 19:00 WIB
Kondisi SPBU di Jalan D.I Panjaitan Tanjungpinang setelah pemberlakuan harga baru pertamax, Rabu (10/6). F. Mohamad Ismail/Batam Pos
Ilustrasi SPBU di Jalan D.I Panjaitan Tanjungpinang. Kelompok bahan bakar turut menjadi penyumbang inflasi di Kepri. F. Mohamad Ismail/Batam Pos

Batampos - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, Provinsi Kepri mengalami inflasi year on year (y-on-y) sebesar 3,92 persen, dengan indeks harga konsumen (IHK) diangka 112,47 pada Mei 2026.

Terjadinya perkembangan harga berbagai komoditas pada Mei 2026 secara umum menunjukkan adanya kenaikan jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Hal ini ditandai dengan tingkat inflasi m-to-m sebesar 0,38 persen.

Kepala BPS Kepri, Toto Haryanto Silitonga menjelaskan, inflasi y-on-y terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya seluruh indeks kelompok pengeluaran. Mulai dari kelompok makanan, minuman dan tembakau yang naik sebesar 5,60 persen.

Baca Juga: Pemkab Bintan Diminta Percepat Land Clearing Lahan Sekolah Rakyat, Lelang Ditargetkan Oktober 2026

Kemudian kelompok pakaian dan alas kaki yang naik sebesar 1,80 persen, kelompok 
perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga naik sebesar 1,19 persen, kelompok 
perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga naik sebesar 0,82 persen, 
kelompok kesehatan naik sebesar 1,82 persen.

"Kelompok transportasi naik sebesar 3,98 
persen, kelompok informasi hingga komunikasi nai 1,26 persen, kelompok rekreasi hingga olahraga naik sebesar 1,86 persen, kelompok pendidikan naik sebesar 1,47 persen," kata Toto, Rabu (17/6/2026).

Baca Juga: Pembangunan Sekolah Rakyat Butuh Anggaran Land Clearing

Sementara komoditas yang dominan memberikan andil inflasi y-on-y pada Mei 2026 mulai dari emas perhiasan, angkutan udara, daging sapi, telur ayam, ikan tongkol, bensin mobil hingga telpon saluler.

 Sedangkan komoditas yang memberikan andil
sumbangan deflasi y-on-y, antara lain bawang putih, santan segar, bawang merah, kentang, 
susu bubuk, dan udang basah.

Selain itu, pada Mei 2026, kelompok pengeluaran yang memberikan andil inflasi y-on-y, yakni kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 1,64 persen, kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,08 persen, kelompok perumahan hingga air sebesar 0,19 persen.

Selanjutnya kelompok perlengkapan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,03 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,05 persen, kelompok transportasi 
sebesar 0,55 persen hingga kelompok informasi sebesar 0,07 persen.

Pada Mei 2026, seluruh kabupaten/kota IHK di Provinsi Kepri mengalami inflasi y-on-y. Inflasi y-on-y tertinggi terjadi di Kota Tanjungpinang sebesar 4,30 persen dengan IHK sebesar 110,29 dan terendah terjadi di Kabupaten Karimun sebesar 2,76 persen dengan IHK sebesar 109,62.

"Sementara Kota Batam IHK nya sebesar 113,14, inflasi y-on-y nya sebesar 3,99 persen dan inflasi m-to-m sebesar 0,33 persen," pungkasnya. (*)

Editor : Chahaya Simanjuntak
#inflasi Kepri