Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Ekonomi Kepri Tumbuh 7,04 Persen pada Triwulan I 2026, Lima Besar Nasional

Antara • Kamis, 18 Juni 2026 | 14:14 WIB
Kendaraan dari Batam yang tiba di Pelabuhan ASDP Tanjunguban, Bintan. F.Slamet Nofasusanto/Batam Pos
Kendaraan dari Batam yang tiba di Pelabuhan ASDP Tanjunguban, Bintan. Roro menjadi daranan distribusi ekonomi di Kepri. F.Slamet Nofasusanto/Batam Pos

batampos – Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 7,04 persen pada triwulan I 2026 secara year on year (yoy), menempatkannya dalam lima besar provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Indonesia.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) RI, Amalia Adininggar Widyasanti, mengatakan capaian tersebut berada di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional yang mencapai 5,61 persen.

“Perekonomian Kepri triwulan I berada di atas rata-rata nasional sebesar 5,61 persen secara year on year,” kata Amalia usai menghadiri Pencanangan Sensus Ekonomi 2026 Tingkat Provinsi Kepri di Aula Wan Seri Beni, Dompak, Tanjungpinang, Rabu.

Berdasarkan data BPS, lima provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi pada triwulan I 2026 adalah Maluku Utara sebesar 19,64 persen, Nusa Tenggara Barat (NTB) 13,64 persen, Sulawesi Tengah 8,32 persen, Gorontalo 7,68 persen, dan Kepulauan Riau 7,04 persen.

Lima Daerah di Kepri Tumbuh di Atas Rata-Rata Nasional

Amalia menjelaskan, dari tujuh kabupaten/kota di Kepri, lima daerah mencatat pertumbuhan ekonomi di atas lima persen dan melampaui rata-rata nasional.

Kabupaten Kepulauan Anambas menjadi daerah dengan pertumbuhan tertinggi sebesar 18,80 persen, disusul Kabupaten Natuna 15,37 persen, Kabupaten Bintan 6,34 persen, Kabupaten Karimun 6,14 persen, dan Kota Batam 5,78 persen.

Sementara itu, dua daerah lainnya masih mencatat pertumbuhan di bawah rata-rata nasional, yakni Kota Tanjungpinang sebesar 5,23 persen dan Kabupaten Lingga 4,48 persen.

Baca Juga: 11 Koperasi Merah Putih di Batam Rampung, Operasional Penuh Masih Tunggu Juknis Pusat

“Secara umum, seluruh wilayah Kepri memiliki beragam aktivitas dan potensi ekonomi yang luar biasa,” ujarnya.

Potensi Ekonomi Beragam di Setiap Daerah

Menurut Amalia, masing-masing daerah di Kepri memiliki karakteristik ekonomi yang berbeda.

Di Kota Tanjungpinang, aktivitas ekonomi banyak ditopang oleh sektor usaha makanan dan minuman, khususnya kedai kopi dan usaha kuliner.

Sementara Kota Batam menjadi pusat pertumbuhan ekonomi melalui keberadaan kawasan ekonomi khusus (KEK), kawasan industri, pusat perdagangan, dan pusat perbelanjaan.

Kabupaten Bintan mengandalkan sektor pariwisata, terutama kawasan Pantai Trikora dan Lagoi. Selain itu, daerah ini juga memiliki KEK Galang Batang serta kawasan industri Lobam yang menjadi lokasi berbagai industri skala besar.

Di Kabupaten Kepulauan Anambas, sektor pariwisata bahari berkembang melalui destinasi Pulau Bawah yang dikenal sebagai “Maldives Indonesia”. Daerah ini juga memiliki Matak Base yang menjadi pusat kegiatan industri minyak dan gas.

Sementara Kabupaten Natuna memiliki potensi besar dari sektor pariwisata alam melalui Geopark Natuna yang telah dikenal hingga mancanegara. Selain itu, sektor pertanian dan perikanan juga menjadi penopang ekonomi utama masyarakat setempat.

Kabupaten Karimun ditopang oleh sejumlah perusahaan besar yang tersebar di wilayah Karimun Besar, Kundur, dan Belat, sedangkan aktivitas usaha kecil dan menengah terkonsentrasi di Karimun Besar.

Adapun Kabupaten Lingga masih didominasi sektor pertanian dan belum berkembang signifikan ke arah industri pengolahan.

“Lingga potensi ekonominya masih relatif sederhana karena didominasi sektor pertanian yang belum mengarah pada industri pengolahan,” kata Amalia.

Sensus Ekonomi 2026 Mulai Pendataan Usaha

Lebih lanjut, Amalia menyampaikan bahwa seluruh potensi ekonomi di kabupaten/kota se-Kepri akan didata melalui Sensus Ekonomi 2026 yang berlangsung mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026.

Petugas sensus akan melakukan pendataan langsung terhadap unit usaha maupun rumah tangga usaha guna memperoleh gambaran terkini kondisi perekonomian daerah.

BPS berharap dukungan pemerintah daerah, pelaku usaha, pemangku kepentingan, dan masyarakat agar pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 berjalan lancar dan menghasilkan data yang akurat.

“Melalui Sensus Ekonomi, kita ingin menghadirkan data potensi ekonomi Kepri terkini sebagai acuan pemerintah dalam merumuskan pembangunan ekonomi sepuluh tahun ke depan,” ujar Amalia. (*)

Editor : Putut Ariyo
#Ekonomi Kepri #Amalia Widyasanti #bps #pertumbuhan ekonomi #Sensus Ekonomi 2026