Batampos - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli, mengatakan, program jmagang nasional (MagangHub) 2026 sudah dalam tahap finalisasi anggaran.
“Kondisi saat ini, tentu fase terakhirnya itu adalah terkait dengan anggaran. Ini yang sekarang sedang difinalisasi, dan kita masih menunggu dari Kementerian Keuangan dan Kementerian Setneg," ujarnya.
Menurutnya, itu gambaran kondisi saat ini untuk persiapan angkatan dua program Magang Nasional.
Baca Juga: Ekonomi Kepri Tumbuh 7,04 Persen pada Triwulan I 2026, Lima Besar Nasional
Lebih lanjut, ia menegaskan uang saku bagi para peserta Magang Nasional tahun ini masih sepenuhnya ditanggung oleh pemerintah, tidak berbagi beban (burden sharing) dengan perusahaan mitra, sebagaimana sempat diwacanakan beberapa waktu lalu.
“Ada wacana awalnya bahwa uang sakunya (peserta) itu sharing(dengan perusahaan mitra). Tapi akhirnya kami memutuskan sama seperti angkatan (Magang Nasional) pertama. Jadi 100 persen ditanggung oleh pemerintah,” ujar Yassierli.
Selain itu, pemerintah juga telah mengonfirmasi bahwa jumlah peserta yang merupakan lulusan baru (fresh graduate) perguruan tinggi dalam pelaksanaan Magang Nasional angkatan kedua atau tahun 2026 adalah sebanyak 150 ribu orang.
Baca Juga: Penganiayaan ART di Johor Bahru, 3 PMI Korban Kekerasan Lapor Majikan ke Polisi
“Hasil rapat lintas kementerian, sebenarnya secara prinsipal itu kita sudah menyetujui bahwa, pertama, adalah peningkatan jumlah peserta, yang awalnya (pada tahun 2025) sebanyak 100 ribu, kemudian (tahun 2026) 150 ribu (peserta),” kata Menaker.
Sementara itu, tahap pertama pelaksanaan Magang Nasional tahun 2026 sendiri direncanakan dimulai pada Juli mendatang dengan target awal sekitar 50 ribu orang peserta.
Program selanjutnya akan dilaksanakan secara bertahap hingga memenuhi target nasional yang telah ditetapkan. (*)
Editor : Chahaya Simanjuntak