batampos – Pemerintah Kota (Pemko) Batam terus mendorong peningkatan daya saing Industri Kecil dan Menengah (IKM) melalui pelatihan pengembangan kemasan produk yang diikuti 200 pelaku usaha dari berbagai sektor.
Pelatihan tersebut bertujuan membantu pelaku IKM menghasilkan kemasan yang lebih menarik, berkualitas, dan memiliki daya saing tinggi sehingga mampu meningkatkan nilai jual produk di tengah persaingan pasar yang semakin kompetitif.
Sekretaris Daerah Kota Batam, Firmansyah, mengatakan kemasan tidak hanya berfungsi sebagai pelindung produk, tetapi juga menjadi bagian penting dalam membangun identitas usaha dan menarik minat konsumen.
“Kemasan yang baik dapat meningkatkan nilai tambah produk, memperkuat identitas usaha, memperluas akses pasar, bahkan membuka peluang untuk menembus pasar nasional maupun global,” ujar Firmansyah dalam keterangan resmi yang diterima di Batam, Kamis.
Menurutnya, perilaku konsumen saat ini telah mengalami perubahan. Masyarakat tidak hanya membeli produk berdasarkan fungsi, tetapi juga mempertimbangkan kualitas, kepercayaan, pengalaman, serta cerita yang melekat pada produk tersebut.
Dorong Pemanfaatan Teknologi dan Branding
Firmansyah mengajak para pelaku usaha untuk memanfaatkan teknologi digital sebagai sarana memperluas pasar sekaligus membangun citra merek yang kuat.
Ia menilai kreativitas harus menjadi kekuatan utama bagi pelaku IKM dalam menghadapi persaingan usaha yang semakin dinamis.
Baca Juga: Rupiah Melemah, UMKM Batam Tertekan Biaya Produksi tetapi Sektor Wisata Sebaliknya
“Kreativitas harus menjadi kekuatan utama dalam menghadapi persaingan usaha yang semakin dinamis,” katanya.
Pemerintah Kota Batam, lanjut Firmansyah, berkomitmen terus mendukung pertumbuhan IKM melalui berbagai program pembinaan, pelatihan, fasilitasi promosi, kemudahan perizinan, hingga perluasan akses pembiayaan usaha.
“Pemerintah Kota Batam akan terus hadir mendampingi pelaku usaha agar IKM dapat tumbuh, berkembang, dan naik kelas,” ujarnya.
Hadirkan Ahli Desain Kemasan
Sementara itu, Sekretaris Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Batam, Gufron, menjelaskan pelatihan berlangsung selama satu hari dengan mengusung tema “Upgrade Kemasan, Upgrade Penjualan: Bangun Branding Produk IKM Batam yang Lebih Kompetitif.”
Kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah narasumber yang memiliki kompetensi di bidang desain kemasan dan pengembangan usaha.
“Narasumber yang hadir antara lain Thomas Anton Christian Tarigan dari Bank Sumut Cabang Batam, serta Bagustian Iskandar dan Meyani Kristina Ningrum yang membawakan materi terkait desain kemasan produk,” kata Gufron.
Melalui pelatihan ini, para pelaku IKM diharapkan mampu meningkatkan kemampuan dalam merancang kemasan yang menarik, memiliki identitas produk yang kuat, dan mampu meningkatkan daya saing usaha.
Sosialisasi HKI dan Akses Pembiayaan
Dalam kegiatan yang sama, Pemkot Batam juga menggandeng sejumlah pihak untuk memberikan edukasi tambahan kepada pelaku usaha.
Firmansyah mengapresiasi dukungan Kantor Wilayah Kementerian Hukum Kepulauan Riau yang memberikan sosialisasi terkait pentingnya perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) bagi pelaku usaha.
Selain itu, Bank Sumut turut memberikan sosialisasi mengenai program Kredit Usaha Rakyat (KUR) guna memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha kecil dan menengah.
Melalui kombinasi pelatihan kemasan, penguatan branding, perlindungan HKI, dan akses permodalan, Pemkot Batam berharap pelaku IKM mampu meningkatkan kualitas produknya, memperluas pasar, dan naik kelas menjadi usaha yang lebih kompetitif di tingkat nasional maupun global. (*)
Editor : Putut Ariyo