batampos – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan pasokan batu bara untuk pembangkit listrik PT PLN (Persero) dalam kondisi aman. Menurutnya, gangguan pasokan listrik yang terjadi belakangan ini bukan disebabkan oleh kekurangan bahan bakar, melainkan berkaitan dengan persoalan teknis operasional dan distribusi di lingkungan PLN.
"Saya minta PLN untuk segera melakukan langkah-langkah yang terukur dan komprehensif untuk memberikan kenyamanan bagi pelanggan sehingga tidak ada lagi pemadaman," kata Bahlil dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Minggu.
Bahlil menegaskan pemerintah telah mengantisipasi kebutuhan batu bara nasional untuk pembangkit listrik melalui penugasan kepada perusahaan-perusahaan tambang batu bara. Karena itu, pasokan energi primer untuk pembangkit PLN dinilai mencukupi.
Baca Juga: Penghasilan di Bawah Rp8 Juta Kini Dikategorikan Masyarakat Berpenghasilan Rendah
Menurut dia, kebutuhan batu bara PLN secara nasional mencapai sekitar 154 juta ton per tahun. Untuk menjamin ketersediaannya, pemerintah telah menugaskan perusahaan-perusahaan batu bara memasok sekitar 180 juta hingga 190 juta ton per tahun.
"Kebutuhan nasional sekitar 154 juta ton, sementara penugasan yang diberikan mencapai 180 sampai 190 juta ton. Jadi dari sisi pasokan batu bara tidak ada persoalan," ujarnya.
Ia menjelaskan tugas Direktorat Jenderal Mineral dan Batu Bara (Minerba) adalah memastikan ketersediaan pasokan energi. Adapun distribusi batu bara hingga ke pembangkit serta pengelolaan operasional kelistrikan menjadi tanggung jawab PLN.
"Untuk sampai ke pembangkit listrik, itu sudah menjadi bagian dari manajemen logistik PLN. Jadi persoalan yang terjadi lebih pada aspek teknis operasional," katanya.
Bahlil mengaku telah berkomunikasi langsung dengan Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo guna memastikan langkah penanganan dilakukan secara cepat dan tepat. Ia meminta PLN melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem operasional serta memperkuat mitigasi agar gangguan serupa tidak kembali terjadi.
Baca Juga: 6 Cara Mengeringkan Pakaian Saat Musim Hujan, Cepat Kering dan Tidak Bau Apek
"Saya sudah berbicara dengan Pak Dirut PLN. Saya minta segera dilakukan langkah-langkah yang terukur agar hal-hal yang tidak diinginkan, termasuk pemadaman yang dikeluhkan masyarakat, tidak terjadi lagi," ujarnya.
Menurut Bahlil, pemerintah telah menjalankan fungsi regulasi dan menjamin ketersediaan pasokan energi. Oleh karena itu, penyelesaian persoalan teknis di lapangan kini menjadi fokus utama yang harus ditangani PLN.
"Pemerintah sudah melakukan langkah yang diperlukan. Tinggal PLN merealisasikan dan menyelesaikan persoalan teknis yang memang menjadi kewenangan dan kendali mereka," kata Bahlil.
Sebelumnya, Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menjelaskan gangguan pasokan listrik terjadi akibat kendala teknis pada dua pembangkit listrik besar di Pulau Jawa yang dimiliki dan dioperasikan oleh mitra PLN.
Menurut Darmawan, dua pembangkit yang berstatus independent power producer (IPP) tersebut mengalami gangguan teknis sehingga terpaksa keluar dari sistem kelistrikan Jawa. Kondisi itu berdampak pada pasokan listrik dan memicu gangguan layanan di sejumlah wilayah.
"Ada kendala teknis di dua pembangkit besar di Pulau Jawa yang dimiliki dan dioperasikan oleh mitra kami. Kedua pembangkit independent power producer tersebut mengalami gangguan teknis dan terpaksa keluar dari sistem kelistrikan di Pulau Jawa," ujar Darmawan. (*)
Editor : Putut Ariyo