Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Oracle Pangkas 21 Ribu Karyawan, Era AI Mulai Ubah Wajah Industri Teknologi

jpg • Rabu, 24 Juni 2026 | 11:31 WIB
Logo Oracle terlihat dalam ilustrasi / Foto: (Reuters)
Logo Oracle terlihat dalam ilustrasi / Foto: (Reuters)

 

batampos – Raksasa teknologi Oracle melakukan restrukturisasi besar-besaran dengan memangkas sekitar 21.000 karyawan di tengah percepatan penggunaan kecerdasan buatan (AI) dan persaingan ketat bisnis cloud global.

Pemangkasan tersebut membuat jumlah tenaga kerja Oracle turun sekitar 13 persen sepanjang tahun fiskal 2026. Berdasarkan laporan tahunan perusahaan, jumlah karyawan Oracle per 31 Mei 2026 tercatat sekitar 141.000 orang, berkurang dari sekitar 162.000 karyawan pada tahun sebelumnya.

Langkah efisiensi ini menjadi bagian dari strategi Oracle untuk menyesuaikan struktur bisnis dengan perubahan industri teknologi yang semakin mengandalkan otomatisasi dan AI.

Baca Juga: Tiga Bulan Beroperasi, Pengurus Pekerja Migran Ilegal ke Malaysia Diciduk Polda Kepri

Perusahaan juga mencatat biaya restrukturisasi mencapai sekitar 1,84 miliar dolar AS untuk kebutuhan pesangon dan biaya keluar lainnya. Angka tersebut meningkat tajam dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di kisaran 374 juta dolar AS.

Oracle menyebut pengurangan tenaga kerja dipengaruhi sejumlah faktor, mulai dari perubahan manajemen, penyesuaian produk, pergeseran strategi bisnis, hingga dampak akuisisi.

Di tengah gelombang perubahan tersebut, AI menjadi faktor utama yang mengubah cara kerja industri teknologi. Pendiri Oracle, Larry Ellison, menyebut pengembangan perangkat lunak kini mulai banyak melibatkan sistem kecerdasan buatan.

“Kode yang sebelumnya ditulis oleh tenaga kerja manusia di Oracle, kini tidak lagi sepenuhnya ditulis oleh manusia. Model AI kami yang menulisnya,” ujar Ellison.

Baca Juga: Apindo Minta Pemerintah Kaji Ekonomi Digital dengan Mempertimbangkan Dampak Regulasi

Ia menjelaskan, perusahaan kini mulai menggunakan AI untuk membantu menyusun program berdasarkan instruksi yang diberikan pengembang.

Gelombang pemutusan hubungan kerja akibat transformasi teknologi juga terjadi di berbagai perusahaan lain. Data Layoffs.fyi mencatat ratusan perusahaan teknologi telah mengurangi jumlah pekerja sepanjang tahun ini karena perusahaan berlomba meningkatkan efisiensi melalui AI.

Selain faktor otomatisasi, Oracle juga menghadapi tekanan persaingan bisnis cloud dari pemain besar seperti Amazon Web Services dan Microsoft Azure.

Untuk memperkuat posisi, Oracle memperluas investasi infrastruktur pusat data serta menjalin kerja sama strategis dengan sejumlah perusahaan teknologi besar. Namun, ekspansi tersebut membutuhkan biaya besar dengan perkiraan belanja modal mencapai sekitar 70 miliar dolar AS pada tahun fiskal berjalan.

Kondisi Oracle menunjukkan bahwa perkembangan AI tidak hanya menghadirkan inovasi baru, tetapi juga mengubah struktur tenaga kerja global. Perusahaan teknologi kini semakin mengutamakan kemampuan otomatisasi, pengolahan data, dan efisiensi sistem dalam menghadapi persaingan industri. (*)

Editor : Jamil Qasim
#Oracle #Pangkas 21 Ribu Karyawan #Era AI