batampos – PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) meluncurkan IPOT AI Trading, yang diklaim sebagai layanan AI Trading pertama di Indonesia yang menghadirkan teknologi analisis berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) tingkat institusi bagi investor ritel.
Berbeda dengan pemanfaatan AI yang selama ini umumnya sebatas chatbot atau fitur pencarian informasi, IPOT menempatkan AI sebagai mesin utama (decision engine) dalam membantu proses analisis dan pengambilan keputusan investasi.
President Director & CEO PT Indo Premier Sekuritas, Moleonoto The, mengatakan AI seharusnya tidak hanya berfungsi menjawab pertanyaan atau merangkum informasi, tetapi mampu mengolah data dalam skala besar untuk menghasilkan analisis yang lebih akurat.
"AI yang sesungguhnya bukan sekadar mampu menjawab pertanyaan atau merangkum informasi. Nilai terbesar AI terletak pada kemampuannya mengolah data dalam skala yang jauh melampaui kapasitas manusia untuk menghasilkan insight yang lebih terukur dan mendukung keputusan investasi yang lebih presisi," ujarnya dalam peluncuran IPOT AI Trading, Senin (13/7).
Menurutnya, selama ini teknologi analitik berbasis AI lebih banyak dinikmati investor institusi, seperti perusahaan investasi besar dan hedge fund. Melalui IPOT AI Trading, teknologi tersebut dihadirkan agar dapat dimanfaatkan oleh investor ritel.
Tiga Pilar Teknologi
IPOT AI Trading dibangun di atas tiga komponen utama, yakni AI Big Data yang mengolah jutaan data pasar secara real time, AI Inferencing yang menganalisis perubahan data untuk menghasilkan kesimpulan objektif, serta AI-Powered Decision Engine yang berfungsi sebagai mesin analitik dalam mengevaluasi kondisi pasar.
Teknologi tersebut memproses berbagai data pasar, mulai dari pergerakan harga saham, antrean order, aktivitas broker, laporan keuangan emiten, hingga indikator teknikal secara berkelanjutan.
Lima Fitur Utama
Untuk memudahkan investor, kemampuan AI tersebut diwujudkan dalam lima fitur utama, yaitu:
-
AI Analytics, untuk menganalisis fundamental dan indikator teknikal saham.
-
AI Trade Flow, untuk membaca pola transaksi, distribusi volume, dan aktivitas broker.
-
AI Notification, berupa notifikasi pintar berdasarkan pergerakan pasar.
-
AI Financial, yang menyajikan analisis kondisi keuangan emiten.
-
AI Real-Time Indicators, yang menampilkan indikator pasar secara langsung dan dinamis.
Menurut Moleonoto, seluruh fitur tersebut dirancang agar investor ritel memperoleh akses terhadap teknologi analitik yang sebelumnya hanya tersedia bagi investor institusi.
Didukung Big Data dan Keamanan
IPOT menyebut pengembangan AI Trading ditopang oleh infrastruktur AI Big Data yang telah dibangun selama lebih dari dua dekade. Saat ini, perusahaan mengelola dana nasabah (asset under custody) sekitar Rp312 triliun, yang menjadi sumber data untuk melatih model AI.
Selain itu, perusahaan mengklaim telah melengkapi platform dengan sistem keamanan siber berlapis guna melindungi akun investor dari berbagai ancaman digital.
"IPOT memandang bahwa masa depan investasi tidak ditentukan oleh banyaknya fitur AI, melainkan oleh infrastruktur yang mampu mengintegrasikan data menjadi keputusan finansial yang nyata. Melalui investasi berkelanjutan pada AI Big Data, sistem keamanan berlapis, serta riset institusi, kami ingin membantu investor membuat keputusan investasi yang lebih objektif dan presisi," kata Moleonoto. (*)
Editor : Jamil Qasim