batampos - Ikan lele masih menjadi komoditas unggulan budidaya ikan air tawar di Kota Batam. Hingga Mei 2026, produksi lele mencapai 1.442,348 ton, atau lebih dari separuh total produksi ikan air tawar Batam yang tercatat sebanyak 2.841,608 ton.
Dominasi lele mencerminkan tingginya minat pembudidaya terhadap komoditas tersebut, seiring permintaan pasar yang terus meningkat serta masa pemeliharaan yang relatif lebih singkat dibandingkan jenis ikan air tawar lainnya.
Kepala Dinas Perikanan Kota Batam, Yudi Admajianto, mengatakan produksi ikan air tawar di Batam hingga kini masih didominasi lele, disusul patin, nila, dan gurame.
Baca Juga: IPOT Luncurkan AI Trading, Klaim Pertama di Indonesia untuk Investor Ritel
"Produksi ikan air tawar terbesar di Batam saat ini masih didominasi lele, kemudian patin dan nila. Kondisi ini menunjukkan budidaya ikan air tawar di Batam berkembang cukup baik dan mampu memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat," ujarnya, Senin (13/7).
Berdasarkan data Dinas Perikanan Kota Batam, selain lele sebanyak 1.442,348 ton, produksi patin mencapai 860,343 ton, nila sebanyak 465,474 ton, dan gurame sebesar 73,443 ton.
Yudi menjelaskan, sentra budidaya ikan air tawar tersebar di sejumlah wilayah, seperti Tembesi, Sungai Beduk, Marina, hingga Galang. Namun, Kecamatan Galang masih menjadi wilayah dengan produksi terbesar karena memiliki lahan budidaya yang lebih luas.
Baca Juga: DPRD Batam Dukung RT RW Dilibatkan Tingkatkan Kepatuhan Pajak Kendaraan
Pada triwulan I 2026, produksi ikan air tawar di Kecamatan Galang mencapai 525,366 ton, lebih tinggi dibandingkan Kecamatan Sagulung yang menghasilkan 280,291 ton dan Batuaji sebanyak 267,122 ton.
"Galang masih menjadi sentra produksi terbesar. Ketersediaan lahan budidaya yang cukup luas membuat produksinya lebih tinggi dibandingkan wilayah lainnya," kata Yudi.
Menurutnya, tingginya produksi lele dan komoditas ikan air tawar lainnya membuat Batam semakin mampu memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat dari hasil budidaya lokal. Pasokan yang sebelumnya masih bergantung pada daerah lain kini sebagian besar telah dipenuhi oleh pembudidaya di Batam.
Selain mendukung ketahanan pangan, peningkatan produksi juga memberikan dampak positif terhadap perekonomian para pembudidaya ikan air tawar.
Dinas Perikanan optimistis produksi akan terus meningkat seiring pengembangan kawasan budidaya serta pembinaan kepada pelaku usaha perikanan.
Dengan tren tersebut, lele diperkirakan masih akan menjadi komoditas utama yang menopang sektor budidaya ikan air tawar di Kota Batam. (*)
Editor : Jamil Qasim