Batampos - Asosiasi Distributor Bahan Pokok Kota Batam mengatakan, harga sejumlah kebutuhan pokok di Kota Batam masih terpantau aman meskipun liburan sekolah usai.
Ketua Asosiasi Distributor Bahan Pokok Kota Batam, Aryanto, mengatakan kondisi pasokan sejumlah komoditas masih relatif stabil. Aktivitas masyarakat yang kembali normal setelah liburan sekolah, termasuk kegiatan sejumlah penyedia Makan Bergizi Gratis (MBG), sejauh ini belum memberikan dampak terhadap kenaikan harga kebutuhan pokok.
“Secara umum kondisi harga dan pasokan kebutuhan pokok masih terkendali. Sampai sekarang belum ada laporan kenaikan harga yang berarti ataupun keluhan dari masyarakat,” ujarnya, Rabu (22/7/2026).
Ia menyebut, harga ayam beku masih dalam kondisi aman berdasarkan komunikasi dengan sejumlah distributor di Batam. Namun, kondisi berbeda terjadi pada ayam potong segar yang harganya mulai mengalami kenaikan di tingkat pedagang.
Baca Juga: Kunjungan Komisi VII DPR RI, Pemkab Bintan Kejar Dukungan Pusat Percepat Pembangunan Daerah
“Untuk ayam beku, stok dan harganya masih relatif aman. Sementara ayam segar memang mengalami pergerakan harga yang dipengaruhi pasokan dan meningkatnya permintaan,” katanya.
Komoditas minyak goreng, Aryanto mengatakan stok minyak goreng premium masih tersedia dan harganya relatif stabil. Namun, ketersediaan Minyakita masih terbatas di sejumlah titik penjualan di Batam.
Menurut dia, keterbatasan stok tersebut belum berdampak terhadap kenaikan harga. Harga eceran tertinggi (HET) Minyakita juga belum mengalami perubahan.
“Minyakita memang stoknya masih terbatas, tetapi belum ada kenaikan harga. Untuk minyak goreng premium, ketersediaannya masih aman dan mudah ditemukan di pasaran,” jelasnya.
Baca Juga: Waspada! Batam Masih Berpotensi Hujan Disertai dan Angin Kencang
Sementara itu, harga telur ayam juga masih terpantau stabil. Aryanto mengatakan belum menerima laporan terkait kenaikan harga maupun kendala pasokan telur di Batam.
“Untuk telur juga masih aman dan terkendali. Sampai saat ini belum ada keluhan dari masyarakat mengenai harga maupun ketersediaannya,” tuturnya.
Meski demikian, asosiasi ini akan segera berkoordinasi dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Batam untuk membahas perkembangan harga dan pasokan kebutuhan pokok di pasaran.
“Kami akan segera melakukan rapat bersama Disperindag untuk memantau perkembangan harga dan pasokan. Untuk sementara ini, kondisi masih aman dan belum ada kenaikan yang perlu dikhawatirkan,” katanya.
Baca Juga: Viral Penampakan Buaya di Sungai Lepah, Warga Diminta Tetap Waspada
Di sisi lain, harga ayam potong segar di sejumlah pasar tradisional Batam kembali mengalami kenaikan usai liburan sekolah. Harga yang sebelumnya berada di bawah Rp40 ribu per kilogram, kini kembali naik hingga mencapai Rp45 ribu per kilogram.
Berdasarkan pantauan di Pasar Botania, kenaikan harga ayam potong segar terjadi dalam beberapa hari terakhir. Pedagang menyebut peningkatan harga dipengaruhi kembali meningkatnya permintaan masyarakat setelah aktivitas dan kegiatan ekonomi kembali normal.
Salah seorang pedagang ayam potong di Pasar Botania, Edi, mengatakan kenaikan harga ayam segar terjadi karena harga dari peternak ikut meningkat. Kondisi itu membuat pedagang harus menyesuaikan harga jual kepada konsumen.
“Beberapa hari terakhir memang ada kenaikan. Permintaan mulai meningkat setelah liburan sekolah berakhir, sementara harga dari peternak juga naik. Jadi, harga jual di pasar ikut menyesuaikan,” ujarnya.
Edi mengatakan harga ayam potong segar masih berpotensi berubah mengikuti kondisi pasokan dan permintaan. Ia berharap pasokan ayam dari peternak tetap lancar sehingga harga tidak kembali mengalami kenaikan. (*)
Editor : Chahaya Simanjuntak