Kadin Kepri Dorong Perusahaan Lokal Melantai di Bursa, Perkuat Modal Domestik

Jamaluddin Lobang • Dipublikasikan Kamis, 23 Juli 2026 | 15:31 WIB
Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kepulauan Riau Mustava saat diwawancarai Batam Pos mengenai dorongan perusahaan lokal masuk bursa untuk mengurangi ketergantungan terhadap modal asing, Kamis (23/7). F. Jamaluddin/Batam Pos
Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kepulauan Riau Mustava saat diwawancarai Batam Pos mengenai dorongan perusahaan lokal masuk bursa untuk mengurangi ketergantungan terhadap modal asing, Kamis (23/7). F. Jamaluddin/Batam Pos

 

batampos – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kepulauan Riau mendorong lebih banyak perusahaan lokal memanfaatkan pasar modal sebagai sumber pembiayaan untuk mengembangkan usaha. Upaya ini dinilai penting untuk memperkuat penanaman modal dalam negeri (PMDN) sekaligus mengurangi ketergantungan dunia usaha terhadap modal asing.

Ketua Kadin Kepri, Mustava, mengatakan perusahaan yang melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) memiliki peluang memperoleh pendanaan yang lebih besar untuk memperluas bisnis. Karena itu, Kadin akan rutin menggelar sosialisasi dan edukasi mengenai penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO).

"Agenda hari ini adalah Go Public Seminar, yaitu bagaimana perusahaan-perusahaan anggota Kadin Provinsi Kepri menuju IPO atau melantai di bursa," ujar Mustava dalam seminar bertajuk Road to Go Public di Swiss-Belhotel Harbour Bay, Batam, Kamis (23/7).

Baca Juga: Satlantas Barelang Maksimalkan Patroli Malam, Persempit Ruang Gerak Pelaku Balap Liar

Menurutnya, pasar modal dapat menjadi alternatif pembiayaan jangka panjang bagi perusahaan yang ingin melakukan ekspansi usaha. Ia berharap semakin banyak perusahaan di Kepri mengikuti jejak perusahaan-perusahaan yang telah lebih dahulu tercatat di BEI.

Saat ini, kata Mustava, sudah ada lima perusahaan asal Kepri yang berhasil melakukan IPO. Keberadaan perusahaan terbuka tersebut diharapkan menjadi inspirasi bagi pelaku usaha lainnya untuk meningkatkan skala bisnis.

"Acara ini akan rutin kita adakan supaya perusahaan-perusahaan di Kepri menyusul beberapa perusahaan yang sudah IPO dari Batam," katanya.

Persyaratan IPO

Mustava menjelaskan, perusahaan yang ingin melantai di bursa harus memenuhi sejumlah persyaratan sesuai ketentuan BEI. Namun, persyaratan tersebut tidak harus dipenuhi secara bersamaan karena terdapat beberapa alternatif jalur pencatatan saham yang dapat dipilih sesuai kondisi perusahaan.

Baca Juga: Tim Batam Pos Silaturahmi dengan Manajemen Pertamina Patra Niaga, Ini yang Dibahas

Salah satu indikator yang menjadi perhatian adalah kemampuan perusahaan menghasilkan laba. Menurutnya, perusahaan dengan keuntungan di atas Rp10 miliar per tahun memiliki peluang untuk masuk ke pasar modal, sepanjang memenuhi persyaratan lain yang berlaku.

Kurangi Ketergantungan Modal Asing

Bagi perekonomian Kepri, semakin banyak perusahaan lokal yang menjadi perusahaan terbuka dinilai akan memperkuat struktur investasi domestik. Mustava berharap pelaku usaha daerah tidak lagi bergantung pada pembiayaan asing, melainkan memiliki akses terhadap sumber pendanaan dari dalam negeri.

"Investor lokal PMDN akan meningkat. Perusahaan lokal akan semakin kuat dan semakin bisa bersaing di tingkat internasional," ujarnya.

Ia mengungkapkan, komposisi investasi di Batam saat ini masih didominasi penanaman modal asing (PMA), yakni sekitar 52 persen, sementara PMDN mencapai 48 persen. Kondisi tersebut menunjukkan masih terbuka ruang untuk meningkatkan kontribusi investasi domestik.

"Harapannya, perusahaan nasional yang masuk ke Batam juga ikut meningkatkan PMDN. Jadi kita tidak mengandalkan modal asing lagi," katanya.

Sinergi dengan BP Batam

Mustava menambahkan, penguatan investasi domestik harus dibarengi sinergi antara dunia usaha dan pemerintah. Kadin Kepri terus memperkuat kerja sama dengan BP Batam dalam menarik investasi baru ke daerah.

Menurutnya, hubungan antara Kadin Kepri, Kadin Kota Batam, dan BP Batam saat ini berjalan sangat baik. Kadin juga terlibat dalam berbagai agenda promosi investasi ke luar negeri.

Beberapa waktu lalu, Mustava mendampingi Deputi Investasi BP Batam dalam kegiatan promosi investasi di sejumlah negara Eropa. Dalam waktu dekat, Kadin bersama BP Batam kembali merencanakan kunjungan ke beberapa negara untuk menjaring investor baru.

Salah satu sektor yang menjadi fokus adalah energi, termasuk rencana investasi kelistrikan berbasis energi baru terbarukan (EBT) yang diarahkan untuk mendukung ekspor listrik ke Singapura.

"Sinergitas Kadin Kepri, Kadin Kota Batam, dengan BP Batam sekarang sangat baik. Kami selalu mendukung program-program BP Batam," ujarnya.

Mustava menilai penguatan perusahaan lokal melalui akses pasar modal harus berjalan seiring dengan masuknya investasi baru. Dengan demikian, perusahaan daerah tidak hanya berkembang dari sisi skala usaha, tetapi juga memiliki daya saing yang lebih kuat di tingkat nasional maupun internasional. (*)

Editor : Jamil Qasim
Melantai di Bursa kadin kepri