Batam Raup Investasi Rp29,89 Triliun, Singapura Tetap Dominasi

Antara • Dipublikasikan Kamis, 23 Juli 2026 | 17:01 WIB
Illustrasi - Suasana di Terminal Peti Kemas Batu Ampar di Batam, Kepri (10/7/2026). (ANTARA/Amandine Nadja)
Illustrasi - Suasana di Terminal Peti Kemas Batu Ampar di Batam, Kepri (10/7/2026). (ANTARA/Amandine Nadja)

batampos – Singapura masih mempertahankan posisinya sebagai negara asal investasi terbesar di Kota Batam sepanjang Semester I 2026. Nilai realisasi investasinya mencapai Rp10,89 triliun, atau menyumbang sekitar 36,44 persen dari total investasi yang masuk ke Batam sebesar Rp29,89 triliun.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Batam, Reza Khadafy, mengatakan dominasi Singapura mencerminkan kuatnya hubungan ekonomi antara Batam dan negara tetangga tersebut.

"Singapura masih menjadi negara asal investasi terbesar di Kota Batam dengan realisasi mencapai Rp10,89 triliun atau berkontribusi sekitar 36,44 persen dari total investasi semester pertama tahun ini," ujar Reza, Kamis.

Baca Juga: Pendapatan Batam Tembus Rp2 Triliun di Semester I, Properti dan Pariwisata Jadi Penopang

Menurutnya, tingginya minat investor Singapura tidak terlepas dari posisi strategis Batam yang berdekatan secara geografis, didukung konektivitas transportasi yang baik, serta iklim investasi yang kondusif bagi pengembangan sektor industri dan jasa.

Selain berada di jalur perdagangan internasional, Batam juga memiliki kawasan industri yang terus berkembang dengan dukungan infrastruktur pelabuhan, bandara, serta kemudahan perizinan yang menjadi daya tarik utama bagi investor asing.

Reza mengungkapkan, total realisasi investasi Batam pada Semester I 2026 mencapai Rp29,89 triliun, atau telah melampaui target kinerja tahunan dalam Rencana Strategis (Renstra) DPMPTSP dengan capaian 106,48 persen.

Kontribusi Batam terhadap target investasi Provinsi Kepulauan Riau sebesar Rp66,36 triliun juga cukup signifikan, yakni mencapai 45,05 persen.

Baca Juga: Kasus Pesparawi Kepri Kian Disorot, Tokoh Masyarakat Batam Minta Proses Hukum Berjalan Adil dan Transparan

Berdasarkan data DPMPTSP, sektor industri mesin, elektronik, instrumen kedokteran, peralatan listrik, presisi, optik, dan jam menjadi penyumbang investasi terbesar dengan nilai Rp6,87 triliun, atau sekitar 22,98 persen dari total realisasi investasi.

"Capaian ini menunjukkan sektor manufaktur berteknologi tinggi masih menjadi motor utama pertumbuhan investasi di Batam," kata Reza.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa persaingan antarwilayah dalam menarik investasi kini semakin ketat. Investor tidak lagi hanya mempertimbangkan insentif, tetapi juga kepastian hukum, kecepatan layanan perizinan, kesiapan infrastruktur, ketersediaan lahan, hingga kualitas sumber daya manusia.

"Karena itu kami terus memperkuat pelayanan perizinan dan meningkatkan koordinasi antarinstansi agar daya saing Batam sebagai salah satu tujuan investasi utama di Indonesia tetap terjaga," tutupnya. (*)

Editor : Jamil Qasim
Raup Investasi Rp29 Singapura Tetap Dominasi